KPK Periksa Kadishub Bandung Barat Terkait Korupsi Pengadaan Bansos Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 22 Juni 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 337 2429091 kpk-periksa-kadishub-bandung-barat-terkait-korupsi-pengadaan-bansos-covid-19-uPVkc4Wb3h.jpeg Gedung KPK. (Foto: Okezone.com/Arie Dwi)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Kepada Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bandung Barat, Ade Komarudin, pada hari ini, Selasa (22/6/2021).

Ade Komarudin akan digali keterangannya terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid 19 pada Dinas Sosial Pemda Kabupaten Bandung Barat tahun 2020.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan, atas nama Ade Komarudin," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (22/6/2021).

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan mantan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya, Andri Wibawa (AW) selaku pihak swasta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan paket bahan pangan (sembako) untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

Baca juga: KPK Menduga Walkot Tanjungbalai dan Eks Penyidik Stepanus Robin Kerap Bertemu

Tak hanya anak dan ayah tersebut, KPK juga menetapkan pemilik PT Jagat Dir Gantara (PT JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan (MTG) sebagai tersangka dalam kasus ini. Para tersangka tersebut diduga total menerima keuntungan Rp5,7 miliar dari korupsi tersebut. 

Dalam perkara ini, Aa Umbara Sutisna diduga menerima uang sebesar Rp1 miliar terkait pengadaan paket bahan pangan sembako untuk penanggulangan Covid-19 di Bandung Barat. Sedangkan Andri Wibawa, diduga menerima keuntungan sebesar Rp2,7 miliar. Sementara M Totoh Gunawan diduga menerima Rp2 miliar. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini