KPK Menduga Walkot Tanjungbalai dan Eks Penyidik Stepanus Robin Kerap Bertemu

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 22 Juni 2021 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 337 2428901 kpk-menduga-walkot-tanjungbalai-dan-eks-penyidik-stepanus-robin-kerap-bertemu-bw7Fsy2kYG.jpg Penyidik KPK, AKP Stefanus (foto: Sindonews)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial (MS) sering melakukan pertemuan, dengan mantan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP). Keduanya diduga bertemu untuk membahas pengurusan kasus di Tanjungbalai yang menjerat M Syahrial.

Dugaan pertemuan-pertemuan itu kemudian dikonfirmasi penyidik KPK ke M Syahrial pada Senin, 21 Juni 2021, kemarin. Syahrial diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka maupun saksi atas kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di Tanjung Balai Tahun 2020-2021.

"Tersangka MS diperiksa sebagai saksi sekaligus sebagai tersangka, di konfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya beberapa pertemuan lain yang dilakukan oleh yang bersangkutan dengan tersangka SRP untuk pengurusan perkara yang sedang ditangani KPK," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Akhirnya Azis Syamsuddin Penuhi Panggilan KPK

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara ini. Ketiga tersangka tersebut yakni, mantan penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju; Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial; dan seorang pengacara, Maskur Husain.

Dalam perkaranya, AKP Stepanus Robin bersama Maskur Husain diduga menerima suap sebesar Rp1,3 miliar dari Syahrial. Suap itu bertujuan untuk menghentikan penyelidikan kasus dugaan suap terkait jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai yang disinyalir melibatkan Syahrial.

Baca juga: KPK Kembali Periksa Penyidik Stepanus Robin dan Walkot Tanjungbalai

Awalnya, M Syahrial sepakat menyiapkan dana Rp1,5 miliar untuk Robin dan Maskur Husain agar bisa menghentikan penyelidikan dugaan suap jual-beli jabatan tersebut. Kesepakatan itu terjadi di rumah dinas Wakil Ketua DPR asal Golkar Azis Syamsuddin.

Namun, dari kesepakatan awal Rp1,5 miliar, AKP Robin dan Maskur baru menerima uang suap total Rp1,3 miliar. Uang itu ditransfer M Syahrial ke rekening bank milik seorang wanita, Riefka Amalia.

Selain suap dari M Syahrial, AKP Stepanus Robin diduga juga telah menerima uang atau gratifikasi dari pihak lain sejak Oktober 2020 sampai April 2021 sebesar Rp438 juta. Gratifikasi sebesar Rp438 juga itu ditampung melalui rekening Riefka Amalia.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini