Misteri Sultan Banten yang Punya Istri 200, Menurunkan Ulama Jawa Timur

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 22 Juni 2021 06:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 337 2428830 misteri-sultan-banten-yang-punya-istri-200-menurunkan-ulama-jawa-timur-NBqXJCec3h.jpg Ilustrasi (Ist)

H Tubagus Fathul Adzim Chatib, keturunan Sultan Maulana Hasanudin yang tinggal di kompleks Masjid Agung Banten di Banten Lama menceritakan, ada Sultan Banten yang memiliki istri 200 orang bernama Sultan Abdul Muhasim, Sultan ke 18.

“Tapi, itu memang hanya cerita dari mulut ke mulut. Kebenarannya harus ada penelitian. Sampai saat ini belum ada yang mau menulis tentang Sultan Mahasim,” ujarnya.

Sultan Mahasim tidak pernah di istana. Pemerintahan diserahkan kepada menteri-menterinya. Ia berkelana dari satu daerah ke daerah lain sampai Jawa Timur. Ketika tiba di suatu daerah, dia mencari istri. Saat istrinya mengandung, pergi lagi berkelana.

Fathul pernah menjadi santri di Malang, kiai di pesantren itu bercerita perihal asal-usulnya. Ulama di Jawa Timur jika diurut asal-usulnya adalah keturunan dari Banten.

Kiai itu menceritakan pada zaman dulu ada seorang pangeran dari Banten yang mencari istri dari daerah-daerah. Keturunan dari tokoh itu banyak yang menjadi ulama.

Fathul ingat kepada leluhurnya Sultan Abdul Mahasim. Kemudian Fathul ziarah ke makam ulama besar yaitu mbah Suminde di Pasuruan. Dia menginap ke makam itu. Ia merasa seperti ada kontak batin dengan ahli kubur di situ, seperti di tempat sendiri.

Dia juga pernah silaturahmi ke Pesantren Lirboyo ke Kiai Idris, kakaknya Gus Maksum. Kiai Idris menunjukkan bagan silsilah keturunannya. Dari kakeknya yang keempat atau kelima namanya Ujang Soleh.

Fathul heran ada orang Jawa Timur memakai nama Ujang. Kiai Idris lalu bercerita, dulu seorang Wedana Kediri mempunyai seorang anak perempuan. Putri itu telah berumur, tapi belum menikah karena suka pilih-pilih calon suami.

Perempuan itu ingin calon suami yang sakti dan gagah. Ukurannya jika mampu mengatasi pengawal ayah, baru saya mau menjadi istrinya.

Baca Juga : Kisah Daendels Hancurkan Keraton Surosowan Banten, Sultan Dibuang ke Ambon dan Patihnya Dipancung

Banyak yang mendaftar supaya dapat mempersunting putri Wedana yang cantik. Tapi, ternyata tidak ada yang mampu mengalahkan pengawal tadi.

Lalu datang seorang laki-laki. Baru saja bertatap muka, pengawal yang perkasa itu langsung bertekuk lutut. Menyerah pada laki-laki itu. Terkejutlah Wedana melihat pengawalnya keok tanpa perlawanan. Ternyata guru pengawal itu yang bernama Ujang Soleh. Akhirnya anak Wedana itu dikawinkan dengan Ujang Soleh.

Kiai Idris itu menjelaskan dirinya pernah menelusuri garis keturunan Ujang Soleh sampai ke Bogor. Di kota hujan itu ketemu asal-usul Ujang Soleh. Karena telah lelah, tidak diteruskan ke Banten, akhirnya terputus di Bogor. Di sana nama Ujang Soleh dikaitkan dengan nama Ki Hasan Kamil, tokoh persilatan.

Fathul mempunyai keyakinan, Sultan Abdul Mahasim alias Ujang Soleh, alias Ki Hasan Kamil adalah satu orang. Demikian pula Mbah Sumende adalah orang yang sama.

Menurutnya di Surabaya ada suatu komunitas masyarakat menyandang nama Tubagus. Satu di antara Tubagus dari Surabaya itu menelusuri asal-usulnya sampai ke Banten bertemu Fathul.

Tubagus dari Surabaya itu menerangkan, setiap bulan syawal, keluarga besar mereka mengadakan halal bihalal. Mereka berkeyakinan bahwa leluhurnya adalah Mbah Juminten.

"Mungkin Mbah Juminten ini juga Sultan Abdul Mahasim,” kata Fathul.

Baca Juga : Kerajaan Banten Miliki Kampung Internasional untuk Pedagang Arab, Mesir, hingga Turki

Dijelaskannya bahwa makam Sultan Abdul Mahasim di Pandegelang. Lebih dikenal dengan nama Ki Buyut Makacing. Istilah itu penyebutan nama yang keseleo lidah dari nama Abdul Mahasim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini