Saat Lautan Manusia Iringi Kepergian Soekarno ke Tempat Peristirahatan Terakhir

Fahmi Firdaus , Okezone · Senin 21 Juni 2021 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 337 2428582 saat-lautan-manusia-iringi-kepergian-soekarno-ke-tempat-peristirahatan-terakhir-q1agJ7ayFK.jpg Foto: MNC Portal

TEPAT hari ini, 21 Juni 1970, Presiden Soekarno meninggal pada umur 69 tahun. Kesehatan Soekarno sudah mulai menurun sejak bulan Agustus 1965. “Putra Sang Fajar” (julukan Soekarno) tutup usia setelah lima tahun berjuang melawan gangguan organ ginjal kirinya.

(Baca juga: Bung Karno: Harto, Jane Aku Iki Arep Kok Apa'Ke?)

Namun dalam masa akhir hayatnya itu, si Bung Besar menjadi pesakitan sebagai tahanan politik dan hidup “terpenjara” di Wisma Yaso (kini Museum Satria Mandala, Jakarta), sempat dilarikan ke RSPAD karena kondisinya yang gawat.

Tapi nyawanya tak tertolong. “Sang Penyambung Lidah Rakyat” menghembuskan napas terakhirnya. Segenap rakyat yang sedianya dilarang menghadiri prosesi iring-iringan jenazah Soekarno, seolah tak menanggapi imbauan pemerintah yang kala itu sudah di bawah rezim Soeharto.

(Baca juga: Kisah Unik Soekarno dan Hatta Santap Sahur di Rumah Laksamana Maeda)

Saat itu, isak tangis pasang mata yang tak terhingga jumlahnya menyertai konvoi mobil jenazah Soekarno dari Wisma Yaso menuju Bandara Halim Perdanakusuma untuk kemudian, diterbangkan ke Blitar, Jawa Timur, di mana Soekarno diputuskan Presiden Soeharto, dimakamkan di samping mendiang ibunda, Ida Ayu Nyoman Rai.

Kabar duka ini ternyata tidak hanya disoroti masyarakat dan media nasional. Sejumlah surat kabar asing pun ikut memberitakan kematian pria yang punya pengaruh besar di antara memanasnya Perang Dingin antara Blok Barat vs Blok Timur tersebut.

Dari media-media Asia hingga Amerika Serikat (AS), kabar kematian Bung Karno jadi perhatian publik internasional. Seperti yang diberitakan Sarasota Journal, surat kabar asal Florida.

Melansir berita dari AP (Associated Press), surat kabar AS edisi 22 Juni 1970 menyebutkan sebanyak 100 ribu warga Indonesia berjajar sepanjang 12,5 mil dari Wisma Yaso ke Bandara Halim sembari menangis.

Hal serupa juga diberitakan surat kabar Newsweek edisi 29 Juni 1970, Manila Chronicle (Filipina), Manila Daily Buletin (Filipina), South China Morning Post (China) , Hong Kong Standard, hingga tiga media asal Belanda; Alegemeen Handlesblad, Vrij Nederland edisi 27 Juni 1970) dan Het Parool.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini