Setop Gagasan Jokowi 3 Periode Presiden!

Tim Okezone, Okezone · Senin 21 Juni 2021 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 337 2428478 setop-gagasan-jokowi-3-periode-presiden-upPX3KqgZ3.jpg Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas mengatakan, siapapun yang menginginkan Joko Widodo (Jokowi) menjabat presiden selama 15 tahun merupakan pihak-pihak yang ingin mengubah tatanan demokrasi yang sudah dibangun secara baik, setelah adanya reformasi di Indonesia.

Fernando menegaskan, pembatasan masa jabatan presiden selama 10 tahun untuk memperkecil peluang bagi penguasa untuk menyalahgunakan jabatannya.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Sekat 1 RT Bila Ada Warga di 5 Rumah Terkena Corona

“Kalaupun Jokowi dianggap berhasil menjalankan pemerintahannya selama ini pasti akan ada yang mampu menyamai atau bahkan lebih baik dari Jokowi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (21/6/2021).

Selain itu, Fernando juga meyakini Jokowi tidak ada niatan untuk melanjutkan masa jabatannya menjadi 15 tahun.

“Jangan menjerumuskan Jokowi hanya untuk kepentingan terselubung para para penggagas Jokowi 3 periode,” ucapnya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Menuju Satu Juta per Hari

Fernando juga beranggapan bahwa Jokowi sudah mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang akan ikut kontestasi Pilpres 2024. Jokowi dianggapnya bakal menghadirkan sosok pemimpin yang mampu melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan pada 10 tahun pemerintahannya.

“Lima tahun periode keduanya tentunya Jokowi mampu mempersiapkan sosok yang akan memimpin Indonesia ke depan,” ujarnya.

Beberapa nama yang selama ini muncul sebagai capres dari kalangan pembantu Presiden seperti Moeldoko, Erick Thohir dan Budi Gunawan akan mampu menjalankan pemerintahan dan membangun Indonesia lebih baik.

“Jadi jangan paksakan Jokowi akan menjabat sebagai Presiden selama 15 tahun karena akan membuka penyalahgunaan kekuasaan yang akan berdampak pada pemerintahan otoriter,” ucapnya. 

“Jangan teruskan gagasan tersebut karena gagasan tersebut dapat merusak tatanan demokrasi yang sudah diperjuangkan oleh masyarakat Indonesia secara khusus aktivis 98 dengan melengserkan Soeharto pada tahun 1998,” pungkas Fernando.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini