Covid-19 Mengganas, KPK Kembali Swab Antigen Seluruh Pegawainya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 21 Juni 2021 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 337 2428322 covid-19-mengganas-kpk-kembali-swab-antigen-seluruh-pegawainya-mEWN8tAbsZ.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan tes swab antigen Covid-19 kepada seluruh pegawainya, pada hari ini, Senin (21/6/2021). Tes swab antigen akan dilakukan kepada seluruh pegawai KPK selama sepekan kedepan.

"Sebagai langkah mitigasi penyebaran Covid-19 secara kontinyu, hari ini KPK memulai menggelar swab antigen bagi seluruh pegawai dan pihak terkait di lingkungan KPK," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, melalui pesan singkatnya, Senin (21/6/2021).

Ali membeberkan, tes swab antigen terhadap para pegawai akan dilakukan secara bergiliran di Aula Gedung Juang KPK. Ia juga memastikan bahwa tes swab antigen akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Tak hanya tes swab antigen, kata Ali, pihaknya juga akan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan di Gedung KPK. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) yang makin mengganas.

"Selain penyemprotan disinfektan berkala di seluruh ruang kerja, KPK senantiasa terus mengingatkan para pegawainya untuk mentaati 5 M dalam kegiatan sehari-hari, baik saat beraktivitas di lingkungan KPK maupun saat bekerja di rumah," beber Ali

"Dengan harapan, semoga semua selalu dalam keadaan sehat dan prima agar dapat terus melaksanakan tugas-tugas pemberantasan korupsi dengan optimal," sambungnya.

Baca Juga : Satu Penumpang KRL Positif Covid-19, Hasil Tes Antigen di Stasiun Bogor

Sekadar informasi, angka konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia dalam beberapa hari belakangan ini terus mengalami lonjakan yang drastis, khususnya Jakarta. Bahkan, varian baru dari virus corona yang mematikan dan lebih mudah menular sudah terdeteksi ada di Indonesia.

Indonesia juga mengalami masalah serius lainnya yakni, keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang sudah melebihi batas standar organisasi kesehatan dunia (WHO). Bahkan, beberapa pejabat pemerintah sudah menyerukan bahwa Jakarta sedang darurat Corona atau tidak baik-baik saja.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini