Selalu Tebar Teror, Tokoh Adat Papua Nilai Sebby Sambom Melawan Hukum

Tim Okezone, Okezone · Minggu 20 Juni 2021 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 20 337 2428137 selalu-tebar-teror-tokoh-adat-papua-nilai-sebby-sambom-melawan-hukum-OdAmlCivws.jpg Sebby Sambom. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Sekretaris Umum Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Paskalis Netep menilai juru bicara kelompok teroris TPNPB OPM Sebby Sambom yang kerap menebar teror ke masyarakat sipil pendatang yang ada di wilayah Papua, sudah melawan hukum dan meresahkan warga. 

Beberapa waktu lalu, Sebby mengeluarkan imbauan bernada teror yang meminta warga pendatang yang berada di Papua untuk pergi daerah tersebut.

Baca juga: Warga Suku Sougb Serahkan Bendera Bintang Kejora ke TNI

“Dari sisi hukum, sisi kehidupan sosial dan sisi ketatanegaraan. Kita tidak boleh membuat resah masyarakat yang berada di sekitar kita,” kata Paskalis di Kota Jayapura, Papua, Kamis 17 Juni 2021.

Paskalis mengatakan bahwa masyarakat pendatang datang ke wilayah Papua untuk melayani dan membangun kehidupan sosial serta perekonomian daerah.

Dia menduga ada orang yang mendorong Sebby membuat imbauan tersebut, semisal pihak dari kelompok teroris OPM. Pasalnya, yang bersangkutan diketahui selalu berada di luar wilayah Papua.

Baca juga: Mahfud MD: Presiden Jokowi Tak Ingin Masalah Papua Diselesaikan dengan Kekuatan Senjata

“Orang yang berada di belakang Sebby harus dicek, dia berada di luar negeri lalu membuat pernyataan kepada kita yang ada di NKRI ini,” ujarnya. 

Paskalis meminta masyarakat yang berada di wilayah kerap terjadi konflik, seperti Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Nduga dan Intan Jaya diminta tak takut dengan imbauan bernada teror yang selalu disebarkan Sebby.

“Karena ada pemerintah daerah bersama TNI-Polri yang selalu menjaga dan mengamankan daerah serta masyarakatnya,” ucap Paskalis.

Selain secara tegas mengingatkan agar Sabby tidak melakukan provokasi, Paskalis juga memastikan bahwa semua masyarakat di Papua ingin hidup tenang dan damai tanpa ada gangguan, termasuk dari kelompok teroris OPM. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini