Covid Semakin Ganas, Rumah Sakit Tak Dapat Bertahan dari Lonjakan Pasien?

Dita Angga R, Sindonews · Minggu 20 Juni 2021 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 20 337 2428055 covid-semakin-ganas-rumah-sakit-tak-dapat-bertahan-dari-lonjakan-pasien-38rEP5MmMA.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA- Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Lia G. Partakusuma mengatakan bahwa penambahan kapasitas tempat tidur isolasi maupun ICU di rumah sakit (RS) untuk pasien Covid-19 memang jadi langkah mengantisipasi lonjakan kasus. Dengan penambahan tersebut maka ketersediaan tempat tidur dapat bertambah.

(Baca juga: Tudingan RS 'Mengcovidkan' Pasien, Perhimpunan Rumah Sakit: Kalau Ada Itu Oknum!)

“Di RS memang betul ditambah isolasi, ditambah ICU akan menurunkan BOR otomatis. Kemudian konversi tempat tidur juga sama merupakan solusi juga. Solusinya apa, bahwa BORnya akhirnya jadi berkurang,” katanya dalam acara Temu Media Persi, Minggu (20/6/2021).

Kendati demikian, bahwa langkah ini ada kerugiannya juga yakni utamanya bagi pasien non covid. Pasalnya dengan semakin sedikitnya alokasi ruangan untuk non covid maka RS akan semakin selektif.

(Baca juga: Corona Melonjak! Kawasan GBK Dipadati Masyarakat Berolahraga, Banyak Tak Pakai Masker)

“Tetapi kalau yang dirugikan kalau konversi ini adalah pasien-pasien non covid. Yang seharusnya dirawat kita semakin selektif lagi. Akhirnya mana yang tidak harus dirawat betul terpaksa kita pulangkan, terpaksa kita minta rawat jalan. Jadi ada untung ruginya penambahan BOR memang menjadi solusi manakala penambahan itu tidak signifikan sampai melebihi kapasitas,” ungkapnya.

Lia menyebut bahwa setiap tahunnya rumah sakit-rumah sakit terus menambah kapasitasnya. Menurutnya jika dilihat data sebelum dan sesudah Covid-19 ada peningkatan kapasitas tiga hingga lima kali lipat.

“Tapi kalau jumlah penambahannya mendadak dan tiba-tiba melewati kapasitas ya mungkin repot juga,” tuturnya.

Saat ditanya apakah rumah sakit akan bertahan dengan adanya lonjakan kasus, Lia pun menjawab Rs hanya akan merawat yang ada di dalam RS sakit saja. Begitu cara RS bertahan jika kasus Covid-19 terus naik dan kapasitas tidak lagi mencukupi.

“Dan masalahnya apakah bertahan? Tentu yang namanya bertahan kita hanya akan merawat yang sedang di dalam RS saja. Ya kita akan bertahan yang ada di situ. Jadi fasilitas kita akan kita tunjukan kepada orang-orang yang dirawat di RS. Yang kasian adalah mereka yang tidak bisa masuk RS. Nah justru itu yang kita pikirkan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini