PERSI Minta Pemerintah Terapkan PSBB untuk Zona Merah dan Oranye

Dita Angga R, Sindonews · Minggu 20 Juni 2021 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 20 337 2428014 persi-minta-pemerintah-terapkan-psbb-untuk-zona-merah-dan-oranye-jQfHl8PMOM.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mengusulkan agar pemerintah menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk daerah yang berzona merah dan oranye Covid-19. Hal ini disampaikan Sekjen PERSI Lia G. Partakusuma saat mengungkapkan beberapa rekomendasi PERSI.

“Kami berharap sebetulnya pemerintah menerapkan PSBB. Terutama untuk daerah merah dan oranye,” katanya dalam acara Temu Media Persi, Minggu (20/6/2021).

Dia mengungkapkan bahwa PSBB diperlukan karena masih adanya sebagian masyarakat yang tidak patuh menjalankan protokol kesehatan. Menurutnya jika tetap menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro maka perlu sumber daya manusia (SDM) yang tegas.

“Karena terus terang saja data-data menunjukkan bahwa adakalanya masyarakat ini agak susah diatur untuk yang skala kecil. Skala kecil sangat baik juga. Tetapi butuh adanya SDM di skala kecil yang tegas,” ujarnya.

Selain itu Lia juga memberikan rekomendasi agar ada upaya terintegrasi untuk mengurangi penumpukan pasien ke rumah sakit (RS). Salah satunya dengan memperbanyak tempat isolasi mandiri.

“Termasuk menyediakan paket obat standarnya. Kemudian mengoptimalkan puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan primer untuk merawat pasien gejala ringan,” ungkapnya.

Baca Juga : DPRD Yogyakarta Usul Keluarga Korban Covid-19 Dapat Santunan

Lebih lanjut dia juga mengimbau RS anggota persi, pemerintah dan masyarakat bersama-sama memperkuat sistem rujukan dengan dukungan lintas sektor. Termasuk juga dengan komunikasi yang baik dan saling menjaga kepercayaan.

“Mari kita saling percaya. Kalau sudah bekerja atau kita ingin melakukan sesuatu tanpa kepercayaan sulit sekali untuk kita bekerja dengan baik,” ujarnya.

Lia juga mendorong agar percepatan dan perluasan vaksinasi terus dilakukan. Lalu menurutnya dibutuhkan sinergi untuk memerangi hoaks dan disinformasi. Menurutnya berat bagi RS jika hoax terus terjadi karena kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan menurun.

Rekomendasi terakhir adalah perlu adanya dukungan terhadap operasionalisasi RS dalam masa pandemi ini di segala sektor

“Kami kalau sudah dalam posisi penuh, dalam posisi dimana SDM banyak terpapar. Kemudian pasien artinya tidak percaya dengan apa yang kami lakukan. Itu kami akan sangat terganggu. Kami sama-sama bagian masyarakat juga menginginkan agar pandemi covid-19 segera cepat berlalu,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini