Buron Kakap Adelin Lis Dideportasi, Jaksa Agung: Eksekusi Mulai Hari Ini

Dimas Choirul, MNC Media · Sabtu 19 Juni 2021 22:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 337 2427877 buron-kakap-adelin-lis-dideportasi-jaksa-agung-eksekusi-mulai-hari-ini-6Tyr2BHFnO.jpg Jaksa Agung, ST Burhanuddin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menggelar konferensi pers (konpers) terkait pemulangan buronan atau terpidana kasus korupsi dan pembalakan liar hutan, Adelin Lis, dari Singapura, Sabtu (19/6/2021) malam.

Adelin Lis mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 19.40 WIB dengan menggunakan pesawat maskapai nasional Garuda Indonesia GA-837.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin sendiri menyebut pemulangan Adelin ke Indonesia sebagai sinergitas antara pemerintah Singapura dan Indonesia. Ia juga berterima kasih kepada Jaksa Agung Singapura Lucien Wong atas koordinasinya sehingga bisa memulangkan Adelin dengan pengawalan khusus.

"Ini juga dukungan dari Kementerian Luar Negeri kita yang sangat modorong dan membantu kami," kata Burhanuddin saat konferensi pers, Sabtu malam.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, Adenlin akan menjalani eksekusi tahanan di Rutan Salemba cabang Kejagung. Setelah sebelumnya ia dinyatakan negatif usai tes swab antigen.

"Eksekusi (badan) mulai per hari ini," katanya. Ia harus menjalani karantina kesehatan selama 14 hari.

Adelin menjalani eksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) pada 2008 silam atas kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum. Majelis hakim MA memvonisnya dengan pidana penjara 10 tahun dan denda Rp1 miliar. Selain itu, ia juga dihukum membayar pidana uang pengganti sebesar Rp119,8 miliar serta dana reboisasi US$2,938 juta.

Sementara untuk eksekusi denda dan pidana uang pengganti, Leonard menegaskan tidak akan dilakukan hari ini. "Karena kita baru mendapatkan terpidana," jelas Leonard.

Vonis MA tersebut mengamini tuntutan JPU sebelumnya di Pengadilan Negeri Medan yang memvonis Adelin bebas. Sebelum dieksekusi, Adelin sudah melarikan diri ke luar negeri. Adelin sempat mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) pada Januari 2010. Namun, MA menolaknya.

Sebelumnya diketahui, Adelin Lis terlibat kasus pembalakan liar dan dijatuhi hukuman 10 tahun serta bayar denda lebih Rp 110 miliar oleh Mahkamah Agung pada 2008. Namun dia melarikan diri dan kemudian memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi.

Pada 2018, dia ditangkap imigrasi Singapura karena sistem data di Imigrasi Singapura menemukan data yang sama untuk dua nama yang berbeda. Setelah dipastikan bahwa dua orang tersebut bernama sama.

Di persidangan Adelin Lis mengaku bersalah. Atas dasar itu Pengadilan Singapura pada 9 Juni 2021 menjatuhi hukuman denda US$ 14.000 yang dibayarkan dua kali dalam periode satu minggu, mengembalikan paspor atas nama Hendro Leonardi kepada Pemerintah Indonesia, dan mendeportasi kembali ke Indonesia

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini