Covid-19 Meroket Tajam, MUI Minta Masyarakat Patuhi Prokes saat Beribadah

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Sabtu 19 Juni 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 337 2427729 covid-19-meroket-tajam-mui-minta-masyarakat-patuhi-prokes-saat-beribadah-bnjG7UmgQO.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kasus aktif Covid-19 meroket tajam, tercatat Jumat (18/6) kasus baru di Indonesia meningkat mencapai 12.990. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan (prokes) saat menjalani ibadah.

Ketua Komisi Dakwah MUI, Kiai Ahmad Zubaidi, M.A menyebut bahwa pihaknya telah mengeluarkan fatwa tentang tata cara menjalankan ibadah selama masa pandemi. Hal itu sejalan sesuai dengan prokes dari pemerintah.

“Seharusnya masyarakat lebih percaya lagi dengan ulama untuk menjalankan ibadah, untuk menjalankan ibadah seperti salat berjamaah, kita bisa liat terlebih dahulu zona daerah nya apakah situasi dari daerah itu merah atau tidak? Merah yang dimaksud adalah lokasi dimana daerahnya yang sudah pemerintah lockdown jadi tidak dapat menjalankan ibadah secara berjamaah akan tetapi boleh di lakukan di rumah,” ujar Ahmad Zubaidi dalam keterangannya, Sabtu (19/6/2021).

Zubaidi juga mengaku turut mendukung surat edaran (SE) Menteri Agama No SE 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah

“Saya setuju dengan aturan Kemenag soal peraturan yang mengatakan membatasi rumah ibadah, berarti kan itu pemerintah sedang mengatur upaya pemberhentian penyebaran dari Covid-19 untuk di zona-zona yang dianggap merah daerah yang dianggap merah seharusnya menerapkan protokol yang sangat ketat dan jika angka Covid-19 di daerah itu melonjak naik harus ada nya penutupan sementara dari rumah ibadah di daerah tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zubaidi berharap pada pendakwah di berbagai daerah untuk menyampaikan fatwa-fatwa MUI terkait Covid-19 kepada masyarakat luas. Selain itu, ia berharap pendakwah tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kedua, harapan dari saya adalah para da’i tidak boleh menyebar hoax terkait pandemi ini kepada masyarakat dan harapan saya yang terakhir adalah masyarakat didorong untuk Chrosscheck informasi terkait Covid-19." Tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengambil langkah tegas dengan menerbitkan surat edaran untuk menjadi pedoman masyarakat dalam kegiatan di rumah ibadah. Lewat Surat Edaran No SE 13 Tahun 2021, Menag berharap umat beragama tetap bisa menjalankan aktivitas ibadah sekaligus terjaga keselamatan jiwanya dengan cara menyesuaikan kondisi terkini di wilayahnya masing-masing.

"Saya telah menerbitkan surat edaran, sebagai panduan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemutusan mata-rantai penyebaran Covid-19 di rumah ibadah," ucap Yaqut dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/6/2021).

Yaqut pun menjelaskan untuk kegiatan keagamaan di daerah zona merah untuk sementara ditiadakan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari Covid-19. Kemudian, penetapan perubahan wilayah zona dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing.

"Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan sejenisnya di ruang serbaguna di lingkungan rumah ibadah juga dihentikan sementara di daerah zona merah dan oranye sampai dengan kondisi memungkinkan," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini