Kisah Nyimas Utari, Mata-Mata Mataram yang Membunuh Gubernur Jenderal Belanda Jan Pieterszoon Coen

Doddy Handoko , Okezone · Sabtu 19 Juni 2021 07:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 337 2427587 kisah-nyimas-utari-mata-mata-mataram-yang-membunuh-gubernur-jenderal-belanda-jan-pieterszoon-coen-lLRU4bzkR5.jpg Ilustrasi (Ist)

TERDAPAT sebuah makam yang dikeramatkan warga Desa Keramat, Tapos (perbatasan Bogor-Depok). Makam itu adalah kuburan Nyimas Utari Sanjaya Ningrum atau Nyimas Utari Sandijayaningsih. Siapa dia?

Nyimas Utari adalah telik sandi atau agen intelijen Kerajaan Mataram yang diberi tugas oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo untuk membunuh Gubernur Jenderal VOC pertama, Jan Pieterszoon Coen dalam Perang Batavia II.

Muncul cerita bahwa matinya JP Coen adalah buah kerja pasukan “Dom Sumuruping Mbanyu” yaitu pasukan khusus Mataram termasuk Raden Ayu Utari Sandijayaningsih anak Raden Bagus Wonoboyo, cucu dari Roro Ratu Pembayun.

Ia saat itu menjadi penyanyi kesayangan JP Coen di dalam kastil. Kisah ini tertuang di Babad Tanah Jawi.

Dalam operasi yang sangat rahasia itu, seorang juru tulis VOC yang bersandi Wong Agung Aceh adalah kepercayaan Sultan Agung yang diselundupkan melalui kapal dagang Aceh yang disewa VOC untuk mengangkut meriam dari Madagaskar.

Operasi yang dikomandoi Mahmudin (Wong Agung Aceh) ini berhasil dengan sukses, setelah Raden Utari Sandi Jayaningsih mampu meminumkan racun arsenikum pada Eva Ment dan mengakibatkan istri JP Coen beserta anaknya itu meninggal.

Empat hari berikutnya giliran dia menggoda JP Coen dalam pesta mabuk-mabukan dan JP Coen yang tidak biasa minum sampai mabuk, lupa dan lengah sehingga berniat memperkosa Raden Ayu Utari Sandijayaningsih dalam kamarnya.

Dalam keadaan mabuk JP Coen tidak melihat bahwa Mahmudin menyelinap masuk ke dalam kamar JP Coen dan memenggal kepala JP Coen.

Baca Juga : Kisah Mengerikan, Prajurit Mataram Dipenggal karena Gagal Merebut Batavia

Dengan cepat Utari Sandi Jayaningsih membawa kepala itu keluar benteng, menyusul beberapa ledakan hebat yang diakibatkan sabotase salah satu pasukan Sandi bernama Wargo. Segera setelah serangan bom pada pesta itu, beberapa korban termasuk perempuan bergelimpangan dalam keadaan hangus sehingga Utari Sandi Jayaningsih dinyatakan tewas.

Perjalanan kepala JP Coen dari benteng VOC diterima oleh Raden Bagus Wonoboyo yang kemudian secara estafet dibawa ke Mataram oleh divisi Tumenggung Surotani untuk diserahkan kepada Sultan Agung di Mataram.

Kepala Coen dibawa lewat jalur Pantai Utara oleh tentara Mataram di bawah komandan Tumenggung Surotani. Sultan Agung memerintahkan untuk menanam kepala itu di baris ke-716 tangga menuju makam raja-raja Jawa di Imogiri.

Keberhasilan operasi komando pembunuh JP Coen ini secara keseluruhan telah menghentikan niat Sultan Agung melanjutkan peperangan melawan Kompeni Belanda di Batavia, namun selama Sultan Agung masih bertahta di Mataram selama itu pula Batavia tidak berani mengusik kedudukan Sultan Agung di Mataram.

Raden Utari Sandi Jayaningsih jasadnya terbaring di samping Wali Mahmudin di keramat Wali Mahmudin Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat.

Baca Juga : Kisah Ki Ageng Pemanahan Minum Air Kelapa Ki Ageng Giring yang Bisa Turunkan Raja Jawa

Ki Herman Janutama sejarawan asal Yogyakarta dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa infiltrasi telik sandi Mataram ke Batavia sudah dirancang sejak 1627. Dengan mengerahkan orang-orang Tumenggung Kertiwongso dari Tegal.

Komandan kelompok intel Mataram Raden Bagus Wonoboyo membangun wilayah bantaran Kali Sunter di daerah Tapos menjadi basis mereka. Untuk melengkapi kerja-kerja rahasia tersebut, Wonoboyo mengirimkan putrinya yang memiliki kemampuan telik sandi mumpuni, Nyimas Utari, untuk bergabung dengan agen telik sandi asal Samudera Pasai, Mahmuddin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini