Kisah Ratusan Prajurit Pangeran Diponegoro Gugur Dibantai Pasukan Belanda di Benteng Plered

Doddy Handoko , Okezone · Sabtu 19 Juni 2021 06:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 337 2427574 kisah-ratusan-prajurit-pangeran-diponegoro-gugur-dibantai-pasukan-belanda-di-benteng-plered-j1qPLqhktZ.jpg Pangeran Diponegoro.(Foto:Dok Okezone)

SEJARAWAN Peter Carey dalam bukunya Kuasa Ramalan, vol.II: p.757 menceritakan tentang pertempuran antara pasukan Pangeran Diponegoro dan pemerintah Hindia Belanda.

Selama musim hujan November 1825 hingga April 1826, pasukan-pasukan P.Diponegoro terus bergerak dengan sangat leluasa di seluruh pedesaan Mataram dan ketika musim hujan berakhir pada April 1826, 800 orang prajuritnya mulai bersantai di keraton lama, Plered.

Pada 9 Juni, Kolonel Frans David Cochius (1787–1876), perwira zeni De Kock yang paling senior, telah mengerahkan pasukan berkekuatan 4.200 serdadu untuk menyingkirkan para penghuni itu dengan pertumpahan darah yang menewaskan semua kecuali 40 dari 400 prajurit yang ditugaskan oleh Diponegoro untuk menjaga reruntuhan itu (Louw dan De Klerck 1894–1909, II:297–9)

Patroli dikirim ke semua titik kandang, dan semua yang ditemukan dibunuh dengan bayonet dan tombak. "Toko daging " berakhir sekitar pukul tiga.

Baca Juga: Kisah Pangeran Diponegoro dengan Keris Kiai Ageng Bondoyudo yang Ikut Dikubur di Makassar

Sekitar tujuh ratus pemberontak tetap di tanah. Di pihak kami, Kapten Desteur, yang masuk bersama kami, menerima tiga tembakan, termasuk yang agak berbahaya mengenai tulang paha; Furstenburg, letnan dua, terbunuh; perwira prajurit berkuda yang tidak ditugaskan terbunuh.

Secara keseluruhan, Belanda tujuh tewas dan tiga puluh tujuh terluka di kolom kami; Saya tidak tahu kehilangan orang lain.

12 Juni 1826 Pagi ini, Kapten Van Geen pergi dengan seratus orang ke Plered untuk melihat apakah pasukan Sekutu dipasang dengan benar. 

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini