5 Fakta Covid-19 Varian Delta, Sudah Terdeteksi Ratusan Kasus di Indonesia

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 19 Juni 2021 06:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 337 2427466 5-fakta-covid-19-varian-delta-sudah-terdeteksi-ratusan-kasus-di-indonesia-0TajVyLxbN.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia kian melonjak. Bahkan varian virus Corona atau Covid-19 varian baru sudah menyebar di Indonesia.

Dari data yang dihimpun Okezone, berikut fakta-fakta seputar varian baru Covid-19 delta:

1. Sudah Ada 107 Kasus di Indonesia

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan per 18 Juni 2021, total ada 107 kasus Covid-19 dari varian Delta atau yang dikenal B1617 dari India yang telah menyebar di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Sudah ada 107 kasus varian Delta. Di Sumatera Selatan, Jatim, Kaltim dan Kalteng saat ini baru ditemukan masing masing 3 kasus,” ungkap Nadia dalam keterangannya, Jumat (18/6/2021).

2. Sebaran Kasus Covid-19 Delta

Kasus Covid-19 dari varian Delta sudah tersebar ke 107 orang di Indoensia dengan rincian, Sumatera Selatan sebanyak 3 kasus, DKI Jakarta 20 kasus, Jawa Tengah ada 75 kasus, Kalimantan Tengah ada 3 kasus, Kalimantan Timur 3 kasus, dan Jawa Timur 3 kasus.

Nadia mengatakan varian baru ini diketahui dari testing Whole Genome Sequencing (WGS). Namun, daerah yang menjadi target pengetesan ini adalah di daerah dengan tingkat peningkatan kasus secara signifikan.

“Ada kriterianya untuk pengambilan sampel whole genom sekuensing ya termasuk pada daerah yang terjadi peningkatan kasus secara signifikan,” papar Nadia.

Diketahui, WGS ini dilakukan karena dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan kesehatan yang tepat. Dan hasil WGS digunakan untuk mengendalikan distribusi varian Covid-19 yang menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

3. Indonesia Percepat Pemeriksaan Varian Baru Covid-19

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito juga menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat proses WGS di laboratorium dari yang sebelumnya membutuhkan waktu 2 minggu, menjadi 1 minggu.

“Semakin cepat rentang waktu pemeriksaan ini, diharapkan data yang didapat semakin aktual dan dapat dilakukan penanganan yang cepat,” ungkapnya dalam agenda keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB secara virtual.

4. Tak Semua Kasus Covid-19 Bisa Dites WGS

Meski demikian, pemeriksaan strain virus bukanlah kewajiban mutlak pada kasus positif. Karena WGS memiliki metode khusus. Dan tidak semua kasus positif layak dilacak genomiknya. Misalnya kasus dengan gejala tidak biasanya maupun kasus pada pelaku perjalanan luar negeri dan lain-lain.

5. Disiplin Prokes

Menurut Wiku, tidak ada ada jalan lain menguindari Covid-19 sebaik disiplin protokol kesehatan. “Karena itulah kita dapat memutus rantai penularan secara efektif dan efisien,” tegas Wiku.

Dengan mematuhi protokol kesehatan, maka masyarakat akan terlindungi dari paparan varian-varian Covid-19. “Dan bagi yang sakit dan terinfeksi, untuk menjalani pengobatan sesuai prosedur untuk mempercepat kesembuhan,” pesan Wiku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini