Tak Ada Lockdown di Kementerian, Menpan-RB: Pelayanan Masyarakat Harus Tetap Berjalan

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 18 Juni 2021 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 337 2427309 tak-ada-lockdown-di-kementerian-menpan-rb-pelayanan-masyarakat-harus-tetap-berjalan-HqHh0Q1fw4.jpg MenPAN-RB Tjahjo Kumolo (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo memastikan tidak ada lockdown di kantor pemerintahan selama adanya lonjakan pandemi Covid-19.

Dia mengatakan bahwa Surat Edaran (SE) Menpan-RB No.67/2020 yang mengatur sistem kerja ASN baik PNS maupun PPK dalam tatanan normal baru masih berlaku.

“Tidak ada istilah kantor (pemerintah) itu tutup atau lockdown nggak ada. Karena pelayanan masyarakat harus tetap berjalan,” katanya dalam konferensi persnya, Jumat (18/6/2021).

Dia mengatakan bahwa sistem kerja di kantor instansi pemerintah dapat diatur sesuai dengan SE No.67/2020. Di mana didasarkan pada zonasi risiko penyebaran Covid-19 di tiap lokasi masing-masing instansi pemerintah.

Ia pun menyerahkan sistem work from home (WFH) maupun work from office (WFO) kepada kementerian masing-masing.

Baca juga: Tjahjo Kumolo: PNS Dilarang Ambil Cuti Berdekatan Libur Nasional

“Kementerian bisa 50% kerja di dikantor, kerja di rumah. 75% kerja dikantor, 25% kerja di rumah. Atau kalau memang satu satu kantor stafnya banyak yang terkena, musibah positif itu bisa 10%, enggak ada yang masalah,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini banyak kasus Covid-19 muncul dari luar perkantoran. “Karena lebih banyak pandemi Covid itu munculnya dari dari luar perkantoran,” ungkapnya.

Baca juga: Penyederhanaan Birokrasi Bakal Ubah Pola Pikir PNS yang Mengejar Jabatan Struktural

Seperti diketahui sebagaimana yang diatur dalam SE MenPANRB No.67/2020 bahwa untuk instansi pemerintah yang berada pada zona kabupaten/kota berkategori tidak terdampak/tidak ada kasus maka PPK dapat mengatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor atau work from office (WFO) paling banyak 100%.

Sementara bagi instansi pemerintah yang berada pada zona kabupaten/kota berkategori risiko rendah, PPK dapat mengatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor atau WFO paling banyak 75% pada unit kerja yang bersangkutan. Sehingga untuk PNS yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sebanyak 25%.

Kemudian bagi instansi pemerintah yang berada pada zona kabupaten/kota berkategori risiko sedang maka PPK dapat mengatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor atau WFO paling banyak 50% pada unit kerja instansi yang bersangkutan. Sehingga sisanya 50% pegawai akan bekerja dari rumah atau WFH.

Terakhir bagi instansi pemerintah yang berada pada zona kabupaten/kota berkategori risiko sedang maka PPK dapat mengatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor atau WFO paling banyak 25% pada unit kerja instansi yang bersangkutan. Sehingga sisanya 75% pegawai akan bekerja dari rumah atau WFH.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini