Ketika Bung Karno Tiga Kali Minta Nasehat Kiai Wahab untuk Bebaskan Papua Barat

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 18 Juni 2021 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 337 2427172 ketika-bung-karno-tiga-kali-meminta-nasehat-kiai-wahab-untuk-bebaskan-papua-barat-dWZYfcdAWZ.jpg Kiai Wahab Casbullah (Foto: NU Online)

JAKARTA - Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno diketahui berkali-kali meminta pertimbangan tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) KH A Wahab Chasbullah sebelum memutuskan untuk melakukan pembebasan di Papua Barat.

Dari nasehat dari ulama karismatik itulah lahir tri komando rakyat (Trikora) yang diumumkan di alun-alun utara Yogyakarta, pada 19 Desember 1961.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) KH Ahmad Muwafiq menceritakan sejarah tersebut saat mengisi acara di Pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Gus Muwafiq mengungkapkan bahwa sejarah ini didapatkannya dari para sesepuh NU hingga KH Dimyati Rais. “Saya dapat cerita para sesepuh, terakhir dapat dari Mbah Dimyati Rais, dapat cerita dari KH Saifuddin Zuhri. Untuk memutuskan Irian Barat itu Bung Karno konsultasi minta pertimbangan ke KH Wahab Chasbullah sampai tiga kali dan Kiai Wahab bilang 'tunggu, tunggu, saya buka kitab dulu',” katanya dilansir dari NU Online, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Semangatnya Presiden Soekarno Deskripsikan Lukisan Wanita Cantik

Menurutnya, sikap Bung Karno ini menunjukkan bagaimana contoh dari anak bangsa bersatu padu dalam memikirkan negaranya.

Gus Muwafiq menambahkan, peristiwa ini merupakan contoh yang harus diwariskan oleh generasi terkini.

Persatuan antara Bung Karno dan Kiai Wahab dalam merawat Indonesia membuat Indonesia konsisten berada di tengah. Tidak ke kiri mengikuti komunis, kapitalis atau Islam kanan yang diwakili Darul Islam (DI)/Tentara Islam Indonesia (TII) pada tahun (1949-1962).

Baca juga: Durian Jenis Baru Ala Soekarno: Kontra Revolusi

“Indonesi dari dulu punya prinsip berada di tengah, pernah ke kiri oleh PKI tidak bisa. Diajak ke kanan oleh DII/TII juga tidak bisa,” ujar Gus Muwafiq.

Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (Uinsuka) Yogjakarta ini menggariskan bahwa sejak dulu perjuangan ulama seperti Kiai Wahab Chasbullah selalu untuk negara dan agama dengan menyatukan keduanya dalam satu tarikan nafas.

Terlihat bagaimana trik Kiai Wahab merukunkan elit politik Indonesia era Soekarno dengan mencetuskan halal bi halal. Hingga kini warisan tersebut masih terus berjalan di masyarakat maupun elit politik.

“Tiga tugas yang dicontohkan ulama, menjaga keamanan bangsa dan negara, menjaga kelangsungan kehidupan manusia dan menjaga kelangsungan agama. Sayang, banyak yang semakin melupakan sejarah,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini