Kepulauan Fiji Terapkan Lockdown, 172 ABK Pekerja Migran Indonesia Dipulangkan ke Tanah Air

Hasnugara, iNews · Kamis 17 Juni 2021 22:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 337 2426960 kepulauan-fiji-terapkan-lockdown-172-abk-pekerja-migran-indonesia-dipungkan-ke-tanah-air-cNax88SKjs.jpg Puluhan ABK Indonesia tiba di Bandara Soetta dari Fiji.(Foto:iNews TV)

TANGERANG - Sebanyak 172 anak buah kapal (ABK) pekerja migran Indonesia kembali ke Tanah Air, karena pemerintah Kepulauan Fiji menerapkan lockdown.  ABK pekerja migran Indonesia tersebut, bekerja di kapal China Taiwan.

ABK pekerja migran Indonesia itu, tiba di Tanah Air melalui Terminal III kedatangan internasional Bandar Udara Soekarno Tatta Tangerang, Banten, Kamis (17/6/2021) malam.

Sebelumnya, mereka sempat tertahan di negara Kepulauan Fiji lantaran kebijakan pemerintah setempat tengah memberlakukan lockdown. Sehingga tidak mengizinkan adanya aktivitas keluar masuk ke negara tersebut.

Berkat adanya proses diplomasi yang cukup panjang antara kedua negara, dari sebanyak 174 ABK Indonesia, 172 di antaranya berhasil dipulangkan ke Tanah Air. Sedangkan dua ABK lainnya, terpaksa harus tertahan di Bandara Fiji lantaran tersandung masalah.

Baca Juga: Perbuatan Tak Manusiawi! 5 Calon Pekerja Migran yang Kabur Cuma Dikasih Makan Kolak 3 Sendok

Kepulangan ratusan ABK pekerja migran Indonesia dari Fiji ini, dijemput langsung Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia atau BP2MI beserta Kementerian Luar Negeri.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, sebelum kembali ke kampung halamannya masing-masing, ratusan ABK yang baru saja tiba di Tanah Air tersebut wajib menjalani karantina terlebih dahulu di Wisma Atlet Jakarta selama lima hari ke depan.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Yudha Nugraha mengatakan, pihaknya melakukan langkah diplomasi dengan otoritas setempat untuk memulangkan repatriasi para ABK yang tertahan di Fiji selama satu tahun lebih.

"Mereka dilarang turun dari kapal, karena pemerintah Fiji menerapkan lokdown akibat Covid-19," ujar Yudha Nugraha.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini