Buron Kasus Korupsi, Adelin Lis Bakal Dijemput Kejagung

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 17 Juni 2021 21:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 337 2426934 buron-kasus-korupsi-adelin-lis-bakal-dijemput-kejagung-quoRZoGnRG.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Jaksa Agung ST Burhanuddin memerintahkan untuk segera memulangkan buronan kasus korupsi dan pembalakan liar, Adelin Lis dengan cara dijemput. Hal itu harus dilakukan untuk memastikan agar Adelin Lis tidak pulang ke Medan melainkan ke Jakarta.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, pihak kedutaan besar Indonesia dan Kejaksaan Agung telah melakukan lobi untuk melakukan pemulangan terhadap Adelin Lis. Pemulangan harus dilakukan dengan dua skenario.

"Skenario pertama, kita lakukan penjemputan dengan melakukan penyewaan pesawat carter dan skenario kedua adalah pengembalian melalui pesawat komersial pesawat Garuda Indonesia," kata Leonard di Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Baca juga:  Buron Puluhan Tahun, Begini Rekam Jejak Adelin Lis

Dua skenario tersebut harus dilakukan karena Adelin Lis kembali mencoba kabur dengan pulang sendiri memesan tiket penerbangan tujuan Medan, Sumatera Utara pada 18 Juni 2021.

"Ternyata terpidana Adelin Lis sudah memesan tiket ke Medan untuk penerbangan tanggal 18 Juni 2021," jelasnya.

Baca juga:  Kejagung Akui Upaya Pemulangan Adelin Lis Belum Berhasil

Pemesanan itu patut dicurigai karena Adelin Lis sempat beralasan kesulitan keuangan ketika dijatuhi hukuman denda 14.000 Dolar Singapura oleh Pengadilan Singapura pada 9 Juni 2021. Adelin Lis memohon pembayaran denda dilakukan sebanyak dua kali serta ditahan di Lapas Tanjung Gusta.

"Padahal ketika persidangan Adelin Lis dikenakan denda 14 ribu USD dia memohon untuk 2 kali bayar dengan pertimbangan yang bersangkutan mengalami kesulitan keuangan," jelasnya.

Adelin merupakan buron lebih dari 10 tahun dan ditangkap di Singapura karena memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi. Atas pemalsuan paspor tersebut dia dihukum Pengadilan Singapura dengan denda US$14 ribu serta dideportasi.

Adelin Lis terlibat kasus pembalakan liar dan dijatuhi hukuman 10 tahun serta bayar denda lebih Rp 110 miliar oleh Mahkamah Agung pada 2008. Namun dia melarikan diri dan kemudian memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi.

Dalam pelariannya dia pada tahun 2018 dia tertangkap imigrasi Singapura karena sistem data di Imigrasi Singapura menemukan data yang sama untuk dua nama yang berbeda. Setelah dipastikan bahwa dua orang tersebut sama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini