Epidemiolog: Jika Dalam 2 Minggu Pasien Covid-19 Tak Terkendali, RS Akan Kolaps

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 17 Juni 2021 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 337 2426795 epidemiolog-jika-dalam-2-minggu-pasien-covid-19-tak-terkendali-rs-akan-kolaps-sVX6ACnNKO.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Masdalina Pane mengatakan mengatakan jika lonjakan kasus Covid tidak segera terkendali, diprediksi 2 minggu sampai 1 bulan kedepan fasilitas kesehatan terutama RS rujukan Covid-19 akan kolaps.

“Jika tak ada containment, tidak ada pengendalian yang tepat dan cepat saya bisa katakan 2 minggu sampai 1 bulan lagi kita sudah akan kolaps,” ungkap Masdalina secara virtual, Kamis (17/6/2021).

Oleh karena itu, Masdalina meminta agar pengawasan di lapangan untuk memantau penerapan regulasi khususnya protokol kesehatan harus diperketat.

“Pengawasan di lapangan itu dibutuhkan untuk memantau apakah regulasi kita itu memang dilaksanakan dengan baik itulah tugas teman-teman di Satgas dan TNI Polri agar bisa mengawal penerapan regulasi,” tegasnya.

Masdalina pun mengatakan bahwa untuk mengatasi lonjakan Covid-19 ini bukan hanya dengan menambah kapasitas tempat tidur saja. “Karena itu strategi untuk mengatasi masalah ini tidak bisa hanya dengan terus menambah tempat tidur karena hanya pada satu titik itu akan terjadi lonjakan dimana RS dan tempat tidur sudah tidak mampu lagi mengatasinya,” paparnya.

“Maka yang harus dilakukan adalah containment di hulu jadi bagaimana caranya agar masyarakat itu tetap mematuhi protokol kesehatan tapi tracingnya kuat,” tegas Masdalina.

Meskipun, kata Masdalina saat ini masyarakat mengalami pandemi hati. “Pada saat ini karena sudah hampir 1 tahun setengah, kita bisa memahami masyarakat juga mengalami pandemi hati, ada kelelahan di dalam mengikuti berbagai protokol kesehatan.”

“Karena itu sebenarnya kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat itu tidak tidak bisa lagi kita abaikan. Jadi memang harus keduanya berjalan bersama-sama,” katanya.

Apalagi, Masdalina mengatakan bahwa Indonesia pernah mengalami penurunan kasus Covid-19 dan tidak mengalami kenaikan ketika libur panjang. “Karena kita juga pernah mengalami libur panjang yang kasusnya tidak naik, artinya model-model seperti itu yang harus kita lakukan jadi pada saat ini mungkin pembatasan mobilitas bisa menjadi solusi tapi itu tidak bisa lama,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini