Keluarga Muslim Dibunuh, MUI Ajak Dubes Kanada Perangi Islamofobia

Riezky Maulana, iNews · Kamis 17 Juni 2021 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 337 2426769 keluarga-muslim-dibunuh-mui-ajak-dubes-kanada-perangi-islamofobia-7XX18vObTJ.jpg Rombongan MUI bertemu dengan Dubes Kanada Cameron Mackay (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Rombongan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan mendatangi kediaman dari Duta Besar Kanada untuk Indonesia Cameron Mackay, Rabu (16/6/2021).

Kunjungan tersebut tujuannya untuk bertukar pikiran terkait dengan peristiwa pembunuhan keluarga muslim oleh seorang anak muda anti Islam dan umat Islam di Kanada.

Amirsyah turut didampingi oleh Ketua MUI Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Bunyan Saptomo, serta Wakil Ketua Komisi Ustadzah Amirah dan Hendro Wibowo.

MUI mengatakan, pertemuan diawali dengan penjelasan Ketua MUI Sudarnoto tentang maksud kunjungan sambil menyampaikan surat resmi yang ditandatangani Sekjen dan Ketua MUI. Surat tersebut berisikan tiga poin, pertama MUI menyatakan keprihatinan mendalam dan belasungkawa atas meninggalnya keluarga muslim di Kanada karena dibunuh oleh seorang yang anti Islam.

Poin kedua, MUI memberikan apresiasi kepada pemerintah Kanada yang telah menyatakan sikap tegas mengutuk tindakan kejahatan berbasis kebencian terhadap Islam atau islamofobia. Terakhir, MUI mengusulkan langkah-langkah penting secara bersama-sama melawan Islamofobia.

”Oleh karena itu MUI mendorong program kerjasama Indonesia-Kanada antara lain dialog antar agama," tulis MUI melalui keterangan tertulis yang diterima Kamis (17/6/2021).

Baca Juga : Ratusan Orang Hadiri Pemakaman Keluarga Muslim Korban Pembunuhan Kebencian di Kanada

Di kesempatan yang sama, Cameron menyambut baik pertemuan itu. Dia berterima kasih atas belasungkawa, simpati dan dukungan yang disampaikan MUI kepada pemerintahan Kanada.

"Pemerintah dan masyarakat Kanada benar-benar mengalami shock serta duka yang sangat mendalam atas peristiwa keji yang terjadi dan memalukan ini," ujar Cameron.

Dia mengungkapkan bahwa Kanada merupakan negara yang multi etnik dan beragam agama serta menjunjung tinggi nilai toleransi, menghargai perbedaan dan membangun kebersamaan. Menurut dia, pembunuhan yang terjadi bukan sekadar teror biasa melainkan tindakan anti terhadap Islam dan umat Islam.

"Kejahatan yang bermuara kepada kebencian ini tidak saja diarahkan kepada umat Islam, akan tetapi juga kepada komunitas Yahudi dan bahkan kelompok minoritas lainnya di Kanada," paparnya.

Cameron menegaskan kepada rombongan MUI bahwa tindakan kejahatan seperti ini sering terjadi dan bahkan semakin meningkat intensitasnya belakangan ini. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketidaksiapan masyarakat, terutama anak-anak muda di Kanada dalam menghadapi perubahan kahidupan.

Sekjen MUI Amirsyah menjelaskan tentang pandangan dan sikap MUI yang tegas terkait dengan kerukunan hidup beragama di Indonesia. Termasuk pendirian rumah ibadah, tindakan teror yang mengatas namakan agama, LGBT dan kelompok-kelompok minoritas lainnya.

MUI pun menyampaikan undangan kepasa Cameron ntuk mengisi talk show di TV MUI. Materinya oun berkaitan dengan kehidupan umat Islam dan toleransi hidup beragama di Kanada.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini