3 Sosok yang Bakal Jadi King or Queen Maker pada Pilpres 2024

Felldy Utama, iNews · Kamis 17 Juni 2021 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 337 2426754 3-sosok-yang-bakal-jadi-king-or-queen-maker-pada-pilpres-2024-8IuQUUL4o2.jpg Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, kanan, (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut ada tiga king or queen maker yang akan menjadi penentu pada gelaran pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Tak lain, ketiga sosok ini merupakan ketua umum partai politik besar.

"Ada 3 orang king/queen maker Pilpres 2024. Ketiga king/queen maker tersebut adalah Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan Airlangga Hartarto," kata peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby dalam surveinya bertajuk '3 King/Queen Maker Pilpres 2024 dan Komplikasinya!', Kamis (17/6/2021).

Adjie menyebut ketiga sosok pimpinan parpol itu bisa menjadi king/queen maker Pilpres 2024 lantaran partainya memiliki 3/4 tiket untuk mencalonkan tokoh pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Mengingat, kata dia, salah satu syarat administrartif menyatakan bahwa calon presiden harus mengantongi suara parpol atau koalisi parpol minimal 20 persen (115 kursi) di DPR atau 25 persen dari total suara nasional (populer votes).

Dia menjelaskan, perolehan suara PDIP memperoleh kursi sebesar 128 kursi atau setara dengan 19,33%. Partai Golkar 85 kursi atau setara dengan 12,31%. Dan partai Gerindra memperoleh 78 kursi atau setara dengan 12,57%.

"Jadi dengan peta perolehan kursi ini, kita bisa membaca bahwa hanya PDIP satu-satunya partai yang memiliki tiket penuh untuk mencalonkan calon prediden karena memenuhi syarat 20%. Sedangkan, Golkar dan Gerindra saat ini sudah mencapai 3/4 tiket untuk bisa mencalonkan calon presiden atau calon wakil presiden," ujar dia.

Survei ini menggunakan sebanyak 1.200 responden, dengan margin of error sebesar 2,9%. pengambilan survei ini dilakukan pada 27 Mei-4 Juni 2021 di 34 Provinsi dengan metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling.

Adapun, untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan responden.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini