RSDC Wisma Atlet Kemayoran Akui Kekurangan Nakes

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Kamis 17 Juni 2021 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 337 2426694 rsdc-wisma-atlet-kemayoran-akui-kekurangan-nakes-LtHzgn5sxE.jpg Koordinator lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Laut M.Arifin (foto: MNC Portal/Refi)

JAKARTA - Kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta dan sekitarnya melonjak tajam selama sepekan terakhir. Hal itu membuat Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat kekurangan tenaga kesehatan atau nakes.

"Untuk saat ini RSDC Kemayoran karena bed ketiga diaktifkan, kami meminta menambahkan tenaga kesehatan atau nakes, dokter umum perawat kita kurang kalau bed ketiga itu ditambah," ucap Koordinator Lapangan Letkol Laut M.Arifin saat jumpa pers di Taman RSDC Wisma Atlet, Kamis (17/6/2021).

Baca juga:  Total Kasus Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Hampir Tembus 100 Ribu dan Terus Bertambah

Arifin menyebut, akan ada penambahan nakes dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Adapun penambahan tersebut terdiri dari nakes dan dokter umum.

"Jadi hari ini kemungkinan dari Kemenkes sudah merekrut sudah bisa dikirim mudah mudahan hari ini jadi sekitar 400 nakes lagi, sama 150 dokter umum mudah mudahan dalam waktu dekat hari ini katanya. Sebagai bentuk antisipasi kita untuk melayani pasien yang jumlahnya berlipat lipat seperti Januari kemarin sehingga pasien yang dirawat disini tidak terlayani dengan baik," ujarnya.

Baca juga:  5.553 Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran hingga Malam Ini

"Untuk saat ini mohon dimaklumi, mohon dipahami karena kondisi sangat crawdit pelayanan, walaupun kita maksimalkan tapi manusia kurang ya, mohon dimaklumi. Yang penting sudah dapat tempat disini kita layani makan dikasih, obat bertahap karena jumlah nakes terbatas saat ini, sambil kita sempurnakan sambil berjalan intinya kita akan berikan layanan terbaik, termasuk tower yang ada di Nagrak itu nakes dan lain lain semua dari dinkes DKI makan dari Dinsos DKI, kami hanya asistensi sebagai pengarah di lapangan agar bisa lancar," imbuhnya.

Lebih lanjut, Arifin mengatakan, ini sebagai upaya dari pemerintah pusat maupun daerah dan juga satuan tugas penanggulangan Covid-19. Sebagai bentuk antisipasi lonjakan seminggu atau dua minggu kedepan.

"Bentuk antisipasi lonjakan seminggu dua minggu kedepan yang diprediksi masih ada. Apabila hulu dari teman-teman diluar masyarakat luas tidak bisa mengerem mobilitasnya. Lain halnya dengan sendirinya apabila di rem akan landai nantinya," tegasnya.

Arifin pun memberikan pesan kepada masyarakat agar tidak bosan patuhi protokol kesehatan. Selain itu, dukung pemerintah untuk mempercepat vaksinasi.

"Pesan saya masyarakat jangan bosan saya selaku satgas tidak pernah bosan menyampaikan protokol kesehatan itu kunci utama yang harus dilaksanakan kemudian vaksin juga kunci utama dengan keduanya harapan kita akan menurun dan landai serta kembali ke kehidupan normal," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini