Belanda Pusing Hadapi Wong Samin atau Sikep, Uang Pajak Tanah Ditanam ke Bumi

Doddy Handoko , Okezone · Kamis 17 Juni 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 337 2426446 belanda-pusing-hadapi-wong-samin-atau-sikep-uang-pajak-tanah-ditanam-ke-bumi-x6RRxLbPRW.jpg Anggota suku Wong Sikep. (Foto: Doddy Handoko)

Contoh lain ketika orang Samin ditanya tentang ”saking pundi pak?” (darimana pak?)mereka akan selalu menjawab ”saking wingking”(dari belakang) dan jika ditanya ”bade ten pundi pak?” (akan kemana? ) mereka akan selalu menjawab ”bade ten ngajeng”(akan ke depan). 

Bila orang Samin disidangkan di pengadilan, perkara pencurian kayu jati, hakim yang belum berpengalaman akan kerepotan menghadapi orang Samin.

Ketika hakim bertanya, “sopo jenengmu? (siapa namamu?)”, mereka pasti menjawab, “lanang” - (laki-laki)”. Mereka baru akan mengatakan namanya bila ditanya “Sopo pengaranmu? - (sebutanmu)”.

Begitu vonis dijatuhkan, mereka pun akan protes keras bila dinyatakan bersalah mencuri kayu jati, dan dihukum tujuh hari, misalnya. Sebab, menurut mereka, hutan jati milik bersama, dan karenanya kayunya boleh dinikmati siapa pun yang memerlukan. 

Mengambil kayu jati yang dikuasai Perhutani bukan mencuri. Tetapi mereka akan dengan rela tinggal di penjara sepanjang waktu yang dinyatakan vonis, bila disebut bahwa dirinya di penjara itu diundang bergotong royong. 

Seorang bapak menyuruh anaknya pergi ke sawah, katanya, “Tunggui padimu.” Si anak tanpa banyak cakap langsung pergi ke sawah dan duduk di dangau. Puluhan burung pipit yang menyerbu padi yang mulai bernas, dibiarkannya saja. 

Melihat itu, seorang yang lewat lalu menegur, “Mengapa burung yang makan padimu itu tak kauusir?” Dengan tenang, tanpa rasa salah, anak tadi menjawab, “Saya hanya disuruh untuk menunggu padi, bukan mengusir burung.”

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini