Kemenkes Tegaskan Vaksin Covid-19 Program Pemerintah dan Gotong Royong Berbeda

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Kamis 17 Juni 2021 03:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 337 2426416 kemenkes-tegaskan-vaksin-covid-19-program-pemerintah-dan-gotong-royong-berbeda-g8tGg12ycH.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi pemerintah dengan vaksinasi Gotong Royong tetap dibedakan.

Nadia pun meluruskan pemahaman terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2021. Bahwa, katanya, vaksin yang dipakai pada program vaksinasi pemerintah dan vaksin Gotong Royong tidak boleh sama jenis dan mereknya.

"Vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavac, dan Pfizer tidak digunakan untuk program Gotong Royong. Namun pada Permenkes tersebut dijelaskan vaksin yang didapatkan dari hibah dengan merek yang sama dengan program Gotong Royong bisa digunakan untuk vaksinasi program pemerintah,” ujr Nadia, Kamis (17/6/2021).

Nadia lantas mencontohkan pada vaksin Sinopharm. Menurutnya, meski vaksin Sinopharm digunakan untuk program Gotong Royong tapi karena berasal dari hibah, maka vaksin tersebut dapat diperuntukan bagi vaksin program pemerintah.

Pemerintah Indonesia sendiri mendapatkan sejumlah 500 ribu dosis vaksin Sinopharm yang berasal dari hibah Uni Emirat Arab (UEA) beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Ketersediaan Tempat Tidur RS Covid-19 di Kuningan Menipis

“Nanti yang akan digunakan untuk program Gotong Royong adalah Sinopharm dan Cansino. Hal ini tidak akan saling mengganggu stok vaksin untuk masing-masing program,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Nadia menegaskan bahwa sumber biaya dalam vaksinasi Gotong Royong berasal dari perusahaan atau badan usaha. Dan pihaknya melarang adanya beban pembiayaan kepada penerima vaksin atau karyawan.

“Tujuannya untuk memperbanyak dan mempercepat cakupan vaksinasi Covid-19 ini,” tegasnya.

Baca juga: Penyebaran Covid-19 Semakin Masif, Penyekatan Jembatan Suramadu Dilakukan Dua Arah

Dikesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pihaknya tengah berupaya untuk memenuhi permintaan dari 28 ribu perusahaan terkait vaksinasi Covid-19.

“Arahan pemerintah saat ini adalah mengalokasikan vaksin gelombang pertama untuk sektor manufaktur di daerah Jabodetabek,” kata Shinta.

KADIN, kata Shinta, juga mengimbau perusahaan yang sudah mendaftar untuk bersabar karena suplai vaksin untuk program vaksinasi Gotong Royong itu datang secara bertahap. Bio Farma sendiri memiliki komitmen sekitar 15 juta dosis vaksin Sinopharm untuk menyukseskan program ini.

“Selain itu, masyarakat dan perusahaan perlu tahu bahwa program vaksin Gotong Royong ini tidak wajib. Semua masyarakat bisa mendapatkan vaksin gratis dari pemerintah, sehingga apabila tidak memiliki kemampuan untuk mengikuti vaksin Gotong Royong, sangat dianjurkan untuk mengikuti vaksinasi program pemerintah,” tutur Shinta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini