Saat Preman Pemilik Ilmu Kebal Ini Menangis di Hadapan Habib Munzir

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 17 Juni 2021 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 337 2426397 saat-preman-pemilik-ilmu-kebal-ini-menangis-di-hadapan-habib-munzir-W7AJbo08XT.jpg foto: ist/muslimpos

KAPOLRI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram terkait dengan memberangus pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme di Pelabuhan se-Indonesia.

Hal ini merupakan tindaklanjut instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai mendengar keluhan para sopir kontainer yang sering dipalak oleh preman di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara.

(Baca juga: Preman Paling Menakutkan Ini Insyaf dan Jadi Perwira Kopassus)

Operasi penangkapan preman langsung dilakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Polisi awalnya menangkap puluhan orang yang sering melakukan pungutan liar di Tanjung Priok, menyusul kemudian ratusan preman di berbagai provinsi turut diamankan.

Bicara Tanjung Priok, wilayah Utara Jakarta ini menjadi salah satu lumbung ekonomi yang dipenuhi para jagoan. Mereka berangkat dari berbagai macam latar belakang etnis, karena secara umum tidak ada penguasa tunggal dari latar belakang etnis dalam dunia kekerasan di kota Jakarta.

(Baca juga: Kisah Jenderal TNI Hadapi 2 Kelompok Preman Tanjung Priok Paling Ditakuti)

Namun ada kisah unik dan menarik dari pimpinan Majelis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Habib Munzir bin Fuad al-Musawa atau lebih dikenal dengan Munzir Al-Musawa atau Habib Munzir.

Mengutip akun Facebook Muslimpos, Syahdan di Tanjung Priok terdapat seorang preman yang sangat ditakuti dan juga kebal senjata. Saat itu, ada sekelompok warga yang ingin mengadakan majelis, namun takut kepada preman itu.

Lantas mereka mengadu kepada Habib Munzir. Habib lalu mendatangi rumah preman itu. Habib Munzir mengucapkan salam, namun tidak ada jawaban.

Preman tersebut hanya mendelik dengan bengis sambil melihat Habib Munzir dari atas hingga bawah, seraya berkata, “Mau apa kamu!”. Ia lalu mungulurkan tangan dan kemudian Habib Munzir mencium tangan si preman, seraya memandang wajahnya dengan lembut dan penuh keramahan.

Habib Munzir memulai pembicaraan dengan suara rendah dan lembut. “Saya mau mewakili pemuda di sini untuk mohon restu dan izin pada bapak agar mereka diizinkan membuat majlis di musala dekat sini,"ujar Habib Munzir saat itu.

Mendengar ucapan Habib Munzir itu, si preman terdiam dan terduduk di kursinya sambil menunduk. Ia menutup kedua matanya. Saat ia mengangkat kepalanya Habib Munzir tersentak. Ia mengira preman tersebut akan menghardik dan mengusirnya. Ternyata wajah preman tersebut memerah dan matanya berlinangan air mata.

Preman tersebut terisak, melihat Habib Munzir yang datang ke rumahnya. “Seumur hidup saya, belum pernah ada ustdaz datang ke rumah saya. Lalu kini, Pak Ustaz datang ke rumah saya, mencium tangan saya? Tangan ini belum pernah dicium siapapun. Bahkan anak-anak saya pun jijik dan tidak pernah mencium tangan saya".

"Semua tamu saya adalah penjahat, mengadukan musuhnya untuk dibantai, menghamburkan uangnya pada saya agar saya berbuat jahat. Lalu kini datang tamu minta izin pengajian pada saya. Saya ini bajingan, kenapa minta izin pengajian suci pada bajingan seperti saya!”

(fmi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini