Jaksa Agung Minta KBRI Segera Pulangkan Adelin Lis

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 17 Juni 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 337 2426390 jaksa-agung-minta-kbri-segera-pulangkan-adelin-lis-iukQ6gATDu.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta agar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura segera memulangkan buronan kasus korupsi dan pembalakan liar, Adelin Lis.

Permintaan Pemulangan setelah otoritas keamanan Singapura menangkap Adelin atas kasus pemalsuan paspor atas nama Hendro Leonardi dan denda US$14 ribu serta dideportase.

"Jaksa Agung RI ST Burhanudin meminta untuk memulangkan buronan Adelin Lis dari Singapura ke Jakarta," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Kamis (17/6/2021).

Dia menyebut Adelin merupakan buron lebih dari 10 tahun dan ditangkap di Singapura karena memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi.

Adelin harus dibawa ke Jakarta lantaran anaknya yakni Kendrik Ali meminta kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk diberikan surat perjalanan agar bisa kembali ke Medan dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan.

Baca juga: Pernah 2 Kali Kabur, Adelin Lis Ditangkap saat Gunakan Paspor Palsu di Singapura

Adelin Lis terlibat kasus pembalakan liar dan dijatuhi hukuman 10 tahun serta bayar denda lebih Rp 110 miliar oleh Mahkamah Agung pada 2008. Namun dia melarikan diri dan kemudian memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi.

Dalam pelariannya dia pada tahun 2018 dia tertangkap imigrasi Singapura karena sistem data di Imigrasi Singapura menemukan data yang sama untuk dua nama yang berbeda. Setelah dipastikan bahwa dua orang tersebut sama.

Baca juga: Breaking News! Kejagung Tangkap Buron Kelas Kakap Adelin Lis

"Adelin Lis memberikan keterangan palsu karena tidak pernah dikeluarkan surat terkait dengan sosok Hendro Leonardi," lanjut Eben dalam keterangannya.

Di persidangan Adelin Lis mengaku bersalah. Atas dasar itu Pengadilan Singapura pada 9 Juni 2021 menjatuhi hukuman denda S$ 14.000 yang dibayarkan dua kali dalam periode satu minggu, mengembalikan paspor atas nama Hendro Leonardi kepada Pemerintah Indonesia, dan mendeportasi kembali ke Indonesia.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini