Tsunami Kecil Terdeteksi Terjadi Pasca-Gempa Maluku Tengah

Arif Budianto, Koran SI · Rabu 16 Juni 2021 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 337 2426288 tsunami-kecil-terdeteksi-terjadi-pasca-gempa-maluku-tengah-936zhXRNkx.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadinya tsunami kecil pasca terjadinya gempa bumi di Maluku Tengah dengan magnitude 6.0 pada Rabu (16/6/2021) siang ini.

Berdasarkan laporan Badan Geologi, dari data Pasang Surut Stasiun Tehoru (informasi dari Bapak Abdul Muhari, BNPB) terdapat indikasi abnormal muka air laut sekitar 3 menit pasca terjadinya gempa bumi, yaitu sekitar 50-60 cm.

"Stasiun Amahai (sebelah barat Tehoru) tidak terdeteksi adanya anomaly, sehingga diperkirakan terjadinya tsunami kecil ini akibat longsoran pada tebing bawah laut di sekitar lokasi pusat gempa bumi yang dipicu oleh gempa bumi," kata Kepala PVMBG Andiani.

Menurut dia, berdasarkan catatan Badan Geologi, daerah Tehoru pernah terlanda tsunami akibat longsoran yang dipicu gempa bumi pada tanggal 28 Januari 2006 dengan magnitudo M 7,4 dan tanggal 29 September 1899 dengan magnitudo M 7,8.

Menurut data Badan Geologi, daerah Kabupaten Maluku Tengah terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa menengah hingga tinggi. Pemukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak terletak pada KRB gempa bumi menengah.

Berdasarkan Peta Kawasan Rawan Bencana Tsunami (KRBT) level 1, daerah pantai selatan Pulau Seram berpotensi terlanda tsunami dengan ketinggian tsunami di pantai mencapai 5,3 meter.

"Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil," imbuh dia.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini