BMKG: Belum Ada Negara yang Mampu Deteksi Dini Tsunami non Tektonik

Antara, · Rabu 16 Juni 2021 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 337 2426249 bmkg-belum-ada-negara-yang-mampu-deteksi-dini-tsunami-non-tektonik-Zj7ykFrHuX.jpg Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati (foto: Setkab)

Terkait gempa tersebut, BMKG mengeluarkan imbauan kepada masyarakat terutama di wilayah sepanjang Pantai Japutih sampai Pantai Atiahu Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Seram, Maluku untuk waspada gempa susulan dan potensi tsunami akibat longsor ke laut atau di bawah laut, maka segera menjauhi pantai menuju tempat tinggi apabila merasakan guncangan gempa cukup kuat.

"Apabila batuan itu masuk ke laut bisa menyebabkan tsunami, datangnya sangat cepat hanya dua menit seperti di Palu," tambah dia.

Dwikorita menjelaskan, secara teori tsunami terjadi 20 menit setelah gempa kuat di laut dengan kedalaman dangkal, namun teori tersebut runtuh dengan kejadian tsunami di Palu pada 2018 dimana tsunami terjadi sangat cepat hanya dua menit akibat longsor bawah laut.

"Ini menjadi PR para ahli bagaimana memberikan peringatan dini tsunami non tektonik. Karena itu kami imbau siapapun yang ada di pantai, apabila merasakan guncangan gempa yang cukup kuat segera mencari tempat yang lebih tinggi," tegas Dwikorita.

Gempa yang cukup kuat tersebut apabila merasa terayun atau jika berdiri seakan-akan mau jatuh, maka tidak perlu menunggu adanya peringatan dini, tapi segera meninggalkan pantai.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini