Kapolri Ultimatum Bawahannya Berangus Preman dan Pungli Seluruh Indonesia

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 16 Juni 2021 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 337 2426105 kapolri-ultimatum-bawahannya-berangus-preman-dan-pungli-seluruh-indonesia-zWApBjeXSb.jpg foto: ist

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram terkait dengan memberangus pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme di Pelabuhan se-Indonesia.

(Baca juga: Preman Paling Menakutkan Ini Insyaf dan Jadi Perwira Kopassus)

Operasi penangkapan preman dilakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Polisi awalnya menangkap puluhan orang yang sering melakukan pungutan liar di Tanjung Priok, menyusul kemudian ratusan preman di berbagai provinsi turut diamankan.

Surat Telegram bernomor ST/1251/VI/HUK.7.1/2021 tanggal 15 Juni 2021 ini ditujukan kepada para Kapolda dikarenakan maraknya aksi premanisme dan pungli di kawasan pelabuhan dan sekitarnya, sehingga menimbulkan keresahan dan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan lemahnya daya saing nasional serta menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

(Baca juga: Kisah Jenderal TNI Hadapi 2 Kelompok Preman Tanjung Priok Paling Ditakuti)

"Guna mendukung akselerasi pemulihan ekonomi nasional, kamtibmas harus kondusif,” kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Telegram ini keluar atas perintah Presiden Jokowi yang meminta Kapolri untuk menuntaskan pungli dan preman yang bikin sopir pelabuhan mengeluh.

Agus menyebut, saat ini program pemulihan ekonomi nasional terus di genjot oleh pemerintah, jangan sampai aksi premanisme dan pungutan liar menjadi penghambat.

"Negara tidak boleh kalah dengan aksi-aksi premanisme tersebut", ucap Agus.

Surat Telegram yang bersifat perintah ini menekankan 5 hal yang harus dijalankan oleh Kapolda.

1. Melaksanakan kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) di Kawasan Pelabuhan yang ada di wilayah masing-masing dengan sasaran aksi premanisme.

2. Melaksanakan penegakan hukum terhadap segala aksi premanisme di kawasan pelabuhan yang ada di wilayah masing-masing.

3. Meningkatkan upaya pencegahan pungutan liar bersama unit pemberantasan pungli di kawasan pelabuhan di wilayah masing-masing.

4. Penegakan hukum bersama APIP terhadap aksi pungli yang terjadi di kawasan pelabuhan di wilayah masing-masing.

5. Melaporkan hasil kegiatan kepada Kapolri Up Kabareskrim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini