Deteksi Varian Delta Covid-19, Pemerintah Masifkan Genome Sequencing

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 16 Juni 2021 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 337 2425873 deteksi-varian-delta-covid-19-pemerintah-masifkan-genome-sequencing-7jswulz0Oh.jpeg Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Dok BNPB)

JAKARTA - Pemerintah terus memasifkan penelusuran mutasi baru virus corona (Covid-19) yakni varian Delta 1617.2 yang kini telah masuk ke Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, untuk memetakan persebaran virus ini, penelitian masih dilakukan melalui metode Whole Genome Sequencing (WGS) atau surveilans meski belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

"Penelitian memerlukan WGS atau sampel yang jumlahnya lebih besar. Suatu saat nanti, kita bisa menelusuri dari mana virus tersebut berasal, dari mana masuknya, dan menyebar ke mana saja," ucap Wiku sebagaimana ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/6/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, adanya varian dari suatu virus dikarenakan itu adalah upaya virus untuk bertahan hidup. Proses mutasinya ini akan berlangsung terus-menerus apabila potensi penularan tersedia.

Karenanya, jika penularan masih terus berlangsung di tengah-tengah masyarakat, peluang virus untuk bermutasi masih ada.

Terkait vaksin yang diberikan kepada masyarakat saat ini, Wiku memastikan memiliki efektifitas tinggi. Karena efikasinya diatas 50% terpenuhi. Meski demikian, penelitian lebih lanjut terkait ini masih terus dilakukan. Untuk memastikan vaksin yang digunakan adalah vaksin yang efektif.

Baca Juga : Satgas Covid-19: Upaya Gotong Royong Maksimalkan Penanganan dan Mengurangi Beban Daerah

"Vaksinasi yang dilakukan harus betul-betul bisa memberikan proteksi kolektif atau herd immunity dari masyarakat yang diberi vaksin," tutur Wiku.

Baca Juga : Satgas: Perlindungan Tenaga Kesehatan dan Pasien Kunci Antisipasi Lonjakan Kasus

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini