Tekan Covid-19 di Bangkalan, Mahfud Ingatkan Pentingnya Peran Ulama untuk Sosialisasi

Riezky Maulana, iNews · Rabu 16 Juni 2021 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 337 2425855 tekan-covid-19-di-bangkalan-mahfud-ingatkan-pentingnya-peran-ulama-untuk-sosialisasi-InfMh93XmL.jpg Menko Polhukam Mahfud MD. (Dok Kemenko Polhukam)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyadari peran penting alim ulama sebagai panutan warga. Mahfud pun mengajak para kiai di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, untuk bersama-sama menyadarkan masyarakat akan bahaya Covid-19.

"Kita melihat fakta, kebanyakan yang dibawa ke rumah sakit sudah parah. Untuk mencegah itu, agar para ulama menyosialisasikan bahwa tes swab itu penting untuk mengetahui dan agar dapat mencegah,” ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengatakan, kondisi saat ini sebagian besar masyarakat tidak mau ke rumah sakit. Namun, setelah kondisinya parah, baru mereka ke rumah sakit dan tak jarang berujung kematian. Sehingga muncul kesimpulan, jangan ke rumah sakit lantaran pasti meninggal dunia.

“Di sini kita perlu meminta kiai-kiai untuk sadarkan masyarakat karena sebagian besar tidak mau swab. Bahkan ada tiga pesantren mau diswab, satu pesantren gagal karena semua santrinya kabur,” ujar Abdul Latif.

Dari kejadian tersebut, Mahfud hendak menggunakan pendekatan lokal. Lantaran kiai atau tokoh alim ulama adalah sosok yang paling menjadi panutan dan paling didengar serta dipatuhi masyarakat.

Baca Juga : Warga Pendatang di Surabaya yang Tak Mau Ikut Swab Bakal Diusir dari Kos dan Kontrakan

“Jangan kita masih anggap Covid-19 itu main-main, lihat contoh kasus yang terjadi peningkatan dalam 24 jam di India. Indonesia juga saat ini sudah peringkat 18 dunia dan sampai saat ini sudah mencapai 1,9 juta kasus,” kata Mahfud.

Dia menjelaskan, pemerintah bukan tidak berbuat apa-apa. Menurutnya, pemerintah melakukan kebijakan sudah berdialog dan meminta pendapat ulama seperti NU, Muhammadiyah, dan MUI.

“Namun masyarakat kita ini, apalagi di Bangkalan, kalau tokoh agama mencontohkan, dan bicara, mereka pasti ikut," ujarnya.

Dalam sesi diskusi dengan menghadirkan pakar kesehatan dari Universitas Airlangga Prof Abdurrahman, yang juga putera asli kelahiran Bangkalan, Madura, serta Kiai Imam Bukhori Kholil. Diskusi tersebut membahas banyak kiai sepuh, bahkan kiai muda wafat karena Covid-19.

Baca Juga : 14 Santri di Surabaya Positif Covid-19, Tertular dari Klaster Bangkalan

"Hal ini menjadikan pegangan pilar-pilar kehidupan kita bisa jadi goyah. Semua akibat umumnya karena virus Covid-19. Sehingga semua sepatutnya mengambil contoh menghindari penyakit thoun zaman Nabi dahulu, semata-mata dalam rangka menjaga jiwa," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini