Kawal Pemulihan Pulau Dewata, Moeldoko: Bali Representasi Indonesia di Mata Dunia

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 16 Juni 2021 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 337 2425842 kawal-pemulihan-pulau-dewata-moeldoko-bali-representasi-indonesia-di-mata-dunia-gMWDeHGcfH.jpg Moeldoko. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menegaskan pihaknya akan mengawal pemulihan Bali. Sebagai destinasi wisata yang diminati masyarakat dunia, wilayah ini memang turut terdampak pandemi Covid-19.

“Kami akan kawal pemulihan Bali. Bukan hanya karena pariwisatanya, tapi karena Bali menjadi representasi Indonesia di mata dunia,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (16/6/2021).

Hal tersebut dikatakan Moeldoko saat memimpin diskusi terbatas ‘Gerakan Sosial Peduli Bali’ secara daring dari Situation Room Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa 15 Juni 2021.

Moeldoko menegaskan, langkah KSP dalam mengawal pemulihan Bali tidak lepas dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan berulang kali agar pariwisata di sana harus segera bangkit. Sehingga, jika dunia melihat Bali bisa pulih dan bangkit, maka Indonesia juga bisa pulih dan bangkit dari pandemi Covid-19.

Baca juga: Satgas Covid-19: Upaya Gotong Royong Maksimalkan Penanganan dan Mengurangi Beban Daerah

Untuk itu, kata Moeldoko, Bali akan menjadi ombak awal untuk melanjutkan ombak-ombak pemulihan pariwisata wiayah lainnya di Indonesia.

Mantan Panglima TNI ini juga menyampaikan, pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian/Lembaga dan berbagai pihak lainnya harus menunjukkan kesiapannya dalam membuka pariwisata Bali.

KSP siap memfasilitasi rapat koordinasi antara pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian/Lembaga untuk segera mungkin memutuskan waktu pelaksanaan pembukaan pariwisata Bali.

“Paling cepat, akhir pekan ini kita laksanakan kembali rapat koordinasi agar semua benar-benar siap dan masyarakat tidak ragu-ragu untuk datang ke Bali,” jelas Moeldoko.

Baca juga: Varian Alpha, Beta dan Delta, Epidemiolog Minta Deteksi Covid-19 ke Rumah-Rumah

Gubernur Bali I Wayan Koster yang hadir pada diskusi ini memaparkan, kondisi Covid-19 di wilayahnya semakin membaik. Catatan dia, hingga saat ini penambahan jumlah kasus positif Covid-19 sudah stabil pada angka di bawah 50 kasus. Belum lagi tingkat kesembuhan yang mencapai 96% dan jumlah kasus meninggal karena Covid-19 kurang dari 5 orang. 

Tidak hanya itu, Wayan juga menjelaskan, pelaksanaan program vaksinasi di Bali dengan target 3 juta penduduk telah mencapai 56,53% untuk suntikan pertama.

“Bahkan di beberapa wilayah destinasi utama wisata, sudah ada yang mencapai 100 persen untuk suntikan pertama dan kedua, termasuk juga vaksinasi bagi para pelaku pariwisata,” jelas Wayan.

Dari catatan-catatan itu, Wayan menegaskan, Bali telah siap membuka kembali pariwisatanya baik untuk wisawatan domestik maupun mancanegara. Sebagai informasi, lanjut Wayan, pihaknya telah mencatat peningkatan kunjungan wisatawan domestik yang mencapai 8.000-9.500 orang melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai dan 10.000-11.000 wisawatan melalui jalur darat.

“Jadi tidak ada jawaban lain. Kami siap membuka pariwisata,” kata Wayan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan, tingkat protokol kesehatan berbasis Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) atau CHSE di Bali telah mencapai 94,88%.

Artinya, Bali sudah semakin patuh pada protokol kesehatan. Dia juga menilai, vaksinasi di Bali sudah menjadi yang tertinggi di Indonesia.

“Maka kami juga akan susun laporan secara teknis dan menggelar rapat koordinasi tingkat menteri untuk memperkuat persipan yang nantinya akan dibawa ke rapat terbatas bersama Presiden,” tutur Sandiaga. 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi siap mendukung upaya pemerintah Provinsi Bali dan Kemenparekraf melalui komunikasi dengan negara-negara target wisatawan Bali. Meski begitu, Retno mengingatkan bahwa upaya menekan penyebaran Covid-19 tidak hanya berlaku di Bali.

“Kalau tidak berhasil menekan kasus secara nasional, nanti hasilnya juga tidak akan optimal. Ini tantangan kita bersama,” imbuh Retno. 

Pada diskusi ini, turut hadir perwakilan Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Satgas Covid-19, Kepolisian Daerah Bali, para kepala daerah Bali, hingga DPRD kabupaten/kota di Bali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini