Polri Bantah Salah Tangkap Terduga Teroris di Riau

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 15 Juni 2021 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 337 2425679 polri-bantah-salah-tangkap-terduga-teroris-di-riau-y9ycKZgy2u.jpg Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. (Dok Okezone)

JAKARTA - Polri membantah adanya salah tangkap dalam proses operasi penindakan pada 13 terduga teroris di Riau.

"Tidak ada (salah tangkap)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (15/6/2021).

Menurut Rusdi, pihak Densus 88 Antiteror Polri telah mendapatkan bukti-bukti pendukung yang kuat dalam proses penangkapan terhadap belasan orang tersebut.

"Dipastikan 13 orang yang ditangkap didasari bukti-bukti kuat yang dimiliki Densus sehingga dilakukan penangkapan. Proses masih berjalan," ujar Rusdi.

Ia menekankan, pihaknya telah mencermati gerak-gerik 13 orang terduga teroris Riau sejak lama. Hasilnya, mereka diduga kuat terlibat dalam jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI).

"Kelompok ini berperan membantu menyembunyikan apabila ada DPO kepolisian yang menyangkut jamaah islamiyah ketika bergerak ke Riau. Kelompok inilah yang menyembunyikan. Jadi 13 orang ini bertugas nyembunyiin DPO Densus 88 khususnya dari kelompok JI itu mengamankan diri di Riau," ujar Rusdi.

Tak hanya itu, kata Rusdi, kelompok ini diduga pernah melakukan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan terorisme. Kegiatan itu di antaranya pelatihan menggunakan senjata api di sejumlah daerah di Riau.

"Kelompok ini juga telah melakukan kegiatan antara lain pelatihan pengunaan senjata, baik latihan penggunaan senjata tajam, maupun penggunaan senjata api. Ini untuk kelompok yang di Riau," ucap Rusdi.

Baca Juga : Salah Tangkap, Pria Ini Babak Belur Usai Diciduk Densus 88

Sebelumnya, seorang warga Pekanbaru berinisial Hen mengalami luka-luka diduga dilakukan oknum aparat dari Densus 88 antiteror. Hen dituding kelompok jaringan teroris, namun ternyata bukan.

Ibrahim ayah Hen mengatakan saat ini anaknya dirawat di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru. Dia berharap ada keadilan bagi anak dan keluarganya. "Iya salah tangkap," kata Ibrahim kepada Okezone, Selasa (15/6/2021).

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini