Riwayat Erupsi Merapi Dua Dekade Terakhir

MNC Portal, · Selasa 15 Juni 2021 06:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 337 2425134 riwayat-erupsi-merapi-dua-dekade-terakhir-f0a4X1rX8x.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Dalam penjelasannya, BNPB menyebut Gunung Merapi adalah salah satu gunung api dengan tipe strato dan memiliki ketinggian 2.930 meter di atas permukaan laut.

Terletak di 4 wilayah kabupaten (Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten), gunung Merapi sudah beberapa kali mengalami erupsi dan mengakibatkan korban jiwa. Berikut daftarnya.

1. Erupsi 1994

Dilansir dari berbagai sumber, erupsi Merapi yang terjadi pada 22 November 1994 ini menyemburkan awan panas ke arah Kali Boyong. Dilaporkan, rumah penduduk di kaki bukit Turgo dan Kaliurang Barat hangus terbakar. Awan panas tersebut membumbung sejauh 1,5 km dan mengakibatkan 67 orang tewas.

2. Erupsi 1997

Kejadian ini mengakibatkan 18.000 masyarakat harus mengungsi dari kediamannya. Erupsi Merapi 1997 itu terjadi pada 14 hingga 17 Januari. Awan panas bergerak setinggi 6 km dan mengarah ke sungai Boyong, Bebeng serta Krasak. Hujan abu juga dirasakan di beberapa wilayah seperti Sleman, Klaten, Boyolali dan Magelang.

3. Erupsi 2006

Hujan abu mulai mengguyur Magelang dan Muntilan pada 1 Juni 2006, yang berjarak 14 km dari puncak gunung Merapi.

Letusan pertamanya baru terjadi pada 8 Juni 2006, sekitar pukul 09.03 WIB dan letusan keduanya terjadi pada 09.40 WIB.

Akibat letusan kedua ini, awan panas kemudian muncul dan mengarah sejauh 5 km ke sungai Gendol. Akibatnya, 12.000 orang harus diungsikan

4. Erupsi 2010

Letusan gunung Merapi pada 2010 merupakan salah satu bencana alam terdahsyat yang pernah terjadi. BNPB menyebut, level Merapi berubah menjadi ‘awas’ pada 25 Oktober 2010 dan mengalami erupsi pertama pada 28 Oktober 2010.

Lalu, Merapi mengalami erupsi lanjutan hingga awal November 2010. Kerusakan yang diakibatkan oleh erupsi Merapi kali ini berdampak luas pada sektor sosial, ekonomi, dan infrastruktur.

Material semburan yang terjadi mengakibatkan kerusakan di beberapa dusun yang berada di kabupaten Sleman. Ribuan rumah penduduk diketahui tertimbun.

Sementara itu, awan panas menyembur sejauh 8 km ke arah kali Opak, Gendol, Bedog dan Krasak. Tak hanya menyasar wilayah Yogyakarta, hujan abu juga terjadi di Kebumen, Cilacap, Banyumas dan Ciamis.

Tercatat, sebanyak 2.682 rumah warga mengalami kerusakan berat dengan total kerugian sebesar Rp 3,62 triliun (sesuai data yang dihimpun BNPB per 31 Desember 2010).

Untuk data korban jiwa, BNPB melaporkan sebanyak 277 orang meninggal di wilayah Yogyakarta dan 109 orang meninggal di wilayah Jawa Tengah. Dalam tragedi inilah, sang juru kunci Merapi, mbah Maridjan turut tewas akibat serangan awan panas yang menyapu tempat tinggalnya.

5. Erupsi 2020

Gunung Merapi kembali erupsi pada 3 Maret 2020 lalu, pukul 05:22 WIB. Menurut data yang dibuat oleh PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) Kementerian ESDM, erupsi tersebut menyebabkan membumbungnya abu vulkanik setinggi 6 km di atas puncak gunung atau kurang lebih 8 km di atas permukaan laut.

PVMG juga mengamati, abu vulkanik yang timbul umumnya berwarna putih sampai abu-abu dan mengarah ke utara. Erupsi ini terekam selama 450 detik di seismograf. Akibatnya, masyarakat yang tinggal dalam radius 3 km dari puncak Merapi diwajibkan mengungsi dan mengosongkan area.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini