Terharu! Secarik Surat Usman Harun dari Penjara Changi Jelang Eksekusi Mati

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 15 Juni 2021 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 337 2425044 terharu-secarik-surat-usman-harun-dari-penjara-changi-jelang-eksekusi-mati-Til6U7CngH.jpg dok: The Straits Times

JAKARTA - Nama Sersan Dua Korps Komando Operasi Angkatan Laut (KKO) Usman dan Kopral satu KKO Harun dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selalu terkenang dalam sanubari rakyat Indonesia.

(Baca juga: Aksi Usman Harun dan Sosok Gani yang Misterius di Pusaran Teror Bom Singapura)

Dilansir dari buku 60 Tahun Pengabdian Korps Marinir, keduanya merupakan anggota KKO yang kemudian berubah menjadi Marinir. Mereka diperintahkan untuk menginfiltrasi Singapura, ketika Indonesia terlibat konfrontasi dengan Malaysia.

Namun aksi heroik Usman dan Harun berhasil diketahui aparat. Keduanya ditangkap dalam peristiwa pengeboman Gedung MacDonald dan dijatuhi hukuman mati.

(Baca juga: Viral! Buru Teroris di Hutan Poso, Anggota Brimob Ini Bercucuran Air Mata saat Azankan Bayinya)

Sebelum menjalani hukuman gantung, keduanya sempat mengirimkan surat terakhir kepada kedua orang tuanya. Surat tersebut berisi permohonan agar keluarga mengikhlaskannya.

In replying to this letter, please write on the ennelope Number Cond, 215/65

Name : Osman bin H. Mhd. All. Changi Prison, 16 Oktober 1968.

Dihaturkan

Bunda ni Haji Mochamad Ali

Tawangsari.

Dengan ini anaknda kabarkan bahwa hingga sepeninggal surat ini tetap mendo’akan Bunda, Mas Choenem, Mas Matori, Mas Chalim, Ju Rochajah, Ju Rodiijah + Tur dan keluarga semua para sepuh Lamongan dan Purbalingga Laren Bumiayu.

Berhubung tuduhan dinda yang bersangkutan dengan nasib dinda dalam rayuan memohon ampun kepada Pemerintah Republik Singapura tidak dapat dikabulkan maka perlu ananda menghaturkan berita duka kepangkuan Bunda + keluarga semua di sini bahwa pelaksanaan hukuman mati ke atas anaknda telah diputuskan pada 17 Oktober 1968 Hari Kamis Radjab 1388.

Sebab itu sangat besar harapan anaknda dalam menghaturkan sudjud di hadapan bunda, Mas Choenem, Mas Madun, Mas Chalim, Ju Rochajah, Ju Khodijah + Turijah para sepuh lainnya dari Purbolingga Laren Bumiayu + Tawangsari dan Jatisaba sudi kiranya mengickhlaskan mohon ampun dan maaf atas semua kesalahan yang anaknda sengaja maupun yang tidak anaknda sengaja.

Anaknda di sana tetap memohonkan keampunan dosa + kesalahan Bunda + saudara semua di sana dan mengihtiarkan sepenuh-penuhnya pengampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Anaknda harap dengan tersiarnya kabar yang menyedihkan ini tidak akan menyebabkan akibat yang tidak menyenangkan bahkan sebaliknya ikhlas dan bersukurlah sebanyakbanyaknya rasa karunia Tuhan yang telah menentukan nasib anaknda sedemikian mustinya.

Sekali lagi anaknda mohon ampun + maaf atas kesalahan + dosa anaknda ke pangkuan Bunda Mas Choenem, Mas Matori, Mas Chalim, Ju Rochajah, Ju Pualidi + Rodijah, Turiah dan keluarga Tawangsari Lamongan Jatisaba Purbolingga Laren Bumiayu.

Anaknda,

Ttd.

(Osman bin Hadji Ali)

Selain Usman, rekannya Harun juga mengirimkan surat yang ditujukkan kepada kedua orang tuanya. Berikut ini surat terakhir dari Harun bin Said dari Singapura kepada orang tuanya saat-saat sebelum pelaksanaan pidana mati

Salinan

In replying to this letter, please write on the evelope Number Con. 216/65

Name: Harun Said Tohir Mahadar Changi Prison, 14 Oktober 1968.

Dihaturkan

Yang Mulia Ibundaku

Aswiani Binti Bang.

yang diingati siang dan malam.

Dengan segala hormat.

Ibundaku yang dikasihani surat ini berupa surat terakhir dari ananda Tohir. Ibunda sewaktu ananda menulis surat ini hanya tinggal beberapa waktu saja ananda dapat melihat dunia yang fana ini, pada tanggal 14 Oktober 1968 rayuan ampun perkara ananda kepada Presiden Singapura telah ditolak jadi mulai dari hari ini Ananda hanya tinggal menunggu hukuman yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 1968.

Hukuman yang akan diterima oleh ananda adalah hukuman digantung sampai mati, di sini ananda harap kepada Ibunda supaya bersabar karena setiap kematian manusia adalah tidak siapa yang boleh menentukan satu-satunya yang menentukan ialah Tuhan Yang Maha Kuasa dan setiap manusia yang ada di dalam dunia ini tetap akan kembali kepada Illahi.

Mohon Ibunda ampunilah segala dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan ananda selama ini sudilah Ibundaku menerima ampun dan salam sembah sujud dari ananda yang terakhir ini, tolong sampaikan salam kasih mesra ananda kepada seisi kaum keluarga ananda tutup surat ini dengan ucapan terima kasih dan Selamat Tinggal untuk selama-lamanya amin.

Hormat ananda,

Ttd.

Harun Said Tohir Mahadar

Jangan dibalas lagi. Dari/Ananda Harun Said Tohir Mahad

Alamat di sampul surat. Cond, 216/65 Changi Prison

Diaturkan kepangkuan S’pura 17

Ibunda Aswiani Binti Bang.

Gang 60 no. 11 Tanjung Priok

Jakarta - Indonesia.

Saat tiba di Indonesia, ribuan rakyat menyambut jenazah kedua pahlawan. Mereka memberikan penghormatan terakhir sejak dari Bandara dan sepanjang jalan yang dilalui hingga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Sebagai penghargaan atas jasa dan pengorbanan jiwa raganya pada bangsa dan Negara pemerintah Indonesia menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Sakti dan keduanya diangkat sebagai Pahlawan Nasional, serta dinaikkan pangkatnya, yakni Usman menjadi Sersan Anumerta KKO dan Harun menjadi Kopral Anumerta KKO.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini