Satgas Ingatkan Potensi Kenaikan Kasus Covid-19 saat Idul Adha

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 14 Juni 2021 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 337 2424776 satgas-ingatkan-potensi-kenaikan-kasus-covid-19-saat-idul-adha-J5Gel388xW.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Sebulan menjelang perayaan Idul Adha 1442 H pada Juli 2021 mendatang, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ganip Warsito mengingatkan semua daerah untuk mengantisipasi potensi kenaikan kasus Covid-19.

“Ini harus sedini mungkin kita antisipasi, agar tidak menimbulkan lonjakan lonjakan Covid yang lebih memperparah dari kondisi sekarang,” tegas Ganip dalam rilis secara virtual dari laman resmi BNPB, dikutip Senin (14/6/2021).

Baca juga: Tertular Klaster Covid-19 Arisan, Warga Kelurahan Pejuang Meninggal

Pasalnya, kasus Covid-19 pasca Idul Fitri juga terus mengalami lonjakan. Sehingga berdampak pada peningkatan bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur di beberapa daerah.

Baca juga: Tambah 10, Klaster Kelurahan Pejuang di Bekasi Jadi 47 Orang

Ganip pun mengingatkan Satgas daerah untuk meningkatkan penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) dan pembatasan aktivitas penduduk.

“Kita akan meningkatkan penegakan disiplin protokol kesehatan dan pembatasan mobilitas dan aktivitas penduduk,” paparnya.

“Konsepnya adalah pemerintah daerah dalam Satgas Covid daerah dan aparat keamanan harus terus mengawal berjalannya protokol kesehatan 3M serta melakukan kegiatan penegakan disiplin melalui operasi-operasi yustisi di beberapa daerah merah untuk bisa mendisiplinkan masyarakat,” ungkap Ganip.

Selain itu, Ganip meminta harus dilakukan pembatasan aktivitas seperti hajatan, wisata religi, kunjungan-kunjungan tradisi, kemudian kegiatan sosial hendaknya perlu diketatkan.

Ganip juga menekankan kepada pemerintah daerah agar testing dan tracing ditingkatkan. “Kita harus meningkatkan jumlah pemeriksaan testing dan memasifkan kegiatan tracing untuk memastikan jumlah pemeriksaan testing bertambah dan kegiatan tracking dilakukan maksimal untuk menjaring pasien terinfeksi termasuk yang tidak bergejala,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini