Kisah Pertarungan Pasukan Elite Majapahit Dharmaputra Versus Bhayangkara Pimpinan Gajah Mada

Doddy Handoko , Okezone · Senin 14 Juni 2021 06:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 337 2424626 kisah-pertarungan-pasukan-elite-majapahit-dharmaputra-versus-bhayangkara-pimpinan-gajah-mada-QnoPP6U0Kp.jpeg Relief yang menggambarkan Bhayangkara. (Foto: jejaktapak/istimewa)

Satu-satunya anggota Dharmaputra yang tersisa, Ra Tanca akhirnya juga dibunuh Gadjah Mada setelah tabib ini menusuk Jayanegara hingga tewas.

Habisnya kekuatan Dharmaputra membuat Bhayangkara menjadi satu-satunya pasukan elite saat itu. Gadjah Mada, sebagai pemimpin pasukan itupun akhirnya memiliki jalur karier tanpa penghalang.

Namanya semakin berkibar hingga akhirnya dia diangkat menjadi Mahapatih di era Tribuwana Tunggadewi. 

Sebelum itu dia sudah menjadi patih di Daha sebagai penghargaan atas keberhasilannya menumpas pemberontakan Ra Kuti. 

Saat Gadjah Mada menjadi Mahapatih, pasukan Bhayangkara juga ikut menjadi pasukan paling elite kerajaan. 

Prajurit Bhayangkara tidak banyak menggunakan perlengkapan perang, termasuk senjata. Mereka hanya menggunakan pedang, tombak, panah dan tameng. Keris tidak disebut karena pada saat itu keris sudah dianggap sebagai perlengkapan pakaian.

Di tangan Gadjah Mada, kesatuan Bhayangkara menjadi kekuatan yang sangat berpengaruh pada zamannya. Keselamatan para raja dan keluarganya di bawah kewenangan dan tanggung jawab Kesatuan Bhayangkara.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini