PDIP: Bu Mega Akan Terbuka Jika SBY Mau Berkomunikasi

Khafid Mardiyansyah, Okezone · Minggu 13 Juni 2021 21:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 337 2424537 pdip-bu-mega-akan-terbuka-jika-sby-mau-berkomunikasi-AchzNM5CVE.jpg Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Badan Pemilu (Bapilu) PDIP Jawa Barat, Mochtar Muhammad menjelaskan bila Ketua Umum PDIP akan menerima jika Susilo Bambang Yudhoyono masuk jajaran koalisi.

"Saya kira, Ibu Mega akan menerima terbuka Pak SBY untuk berkomunikasi. Kenapa tidak. Kalau ini dilakukan. Bu Mega dan Pak Jokowi, masukkan Ahmad Syaikhu dan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) ke kabinet, selesai pertandingan. Pertanyaannya adalah siapa lawannya lagi? ," jelasnya.

Menurutnya, menyatukan semua partai politik akan jadi terlalu mahal dalam berdemokrasi. Ia melanjutkan, lebih baik alokasi uang partai untuk pembangunan masyarakat, dibanding menyatukan kompromi politik.

Ia pun mengomentari banyaknya nama-nama potensial untuk Pilpres 2024. Menurutnya, pendatang baru akan kesulitan karena tak punya kendaraan politik.

"Ganjar Pranowo? Ganjar itu anak buahnya Mega. Bisa diminta menjadi menteri dalam negeri saja. Terus siapa lagi? Anies Baswedan? Ini pilpres, bukan pilkada," jelasnya.

"Pilpres butuh partai, tidak bisa independen. Ridwan Kamil? Partai mana yang mau mengusungnya. Kalau pilkada, mungkin ada yang mau, tapi beda dengan pilpres," ucapnya.

Lalu, bagaimana jika Prabowo masih berambisi sebagai capres? Mochtar menjelaskan, kedua partai akan melanjutkan perjanjian Batu Tulis yang sudah disepakati bersama.

"Nanti, Prabowo juga sampai jadi Presiden setelah Bu Mega. Kemudian, baru Mbak Puan. Sederhana, ini tinggal kompromi saja," ungkapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini