Kisah Prabowo Mentahkan Ramalan Jenderal TNI soal Perang Dahsyat di Bumi Lorosae

Fahmi Firdaus , Okezone · Senin 14 Juni 2021 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 337 2424531 kisah-prabowo-mentahkan-ramalan-jenderal-tni-soal-perang-dahsyat-di-bumi-lorosae-GCZQjH8RjE.jpg foto: ist

JAKARTA – Sejarah mencatat, prajurit-prajurit pilihan TNI bertempur dengan gagah berani dalam Palagan Timor saat Operasi Seroja yang dimulai tanggal 7 Desember 1975. Operasi militer berskala besar itu dimulai usal kapal perang TNI Angkatan Laut membombardir Kota Dili, setelah itu dilanjutkan dengan pasukan yang diterjunkan dari pesawat TNI AU.

(Baca juga: Kisah Prabowo Tidur Sambil Jalan saat di Pasukan Baret Merah Kopassus)

Mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto ternyata mempunyai kenangan tersendiri saat Operasi Seroja. Pasalnya, setelah Prabowo lulus dari pendidikan Kopassandha (Komando Pasukan Sandhi Yudha) cikal bakal Kopassus, dirinya langsung ditugaskan ke Bumi Lorosae.

Prabowo yang kini menjabat Menteri Pertahanan, bahkan masih teringat saat dirinya masih menjadi taruna di Lembah Tidar, Magelang. Saat itu,  ada seorang Jenderal yang memberikan ceramah kepada semua taruna yang akan dilantik.

(Baca juga: Hikayat Pasukan Komando Baret Merah yang Dibentuk Eks Sopir Ratu Wilhelmina)

"Dulu waktu saya mau jadi letnan, saya besoknya mau dilantik, saya masih taruna. Tingkat empat, besok mau dilantik, ada jenderal dari Jakarta datang ke Magelang, dia kasih ceramah ke kita, ke calon-calon perwira yang besok mau dilantik,”ujar Prabowo di podcast Deddy Corbuzier, Minggu (13/6/2021).

Dikatakan Prabowo, jenderal tersebut meramalkan Indonesia tidak akan perang selama 40 tahun mendatang. Jenderal tersebut meminta para taruna untuk belajar sospol dan lain sebagainya.

“Dia bilang para calon perwira sekalian dalam analisa kami Indonesia tidak akan perang dalam 25 tahun yang akan datang. Karena itulah para taruna sekarang lebih baik belajar. Belajar sospol, belajar ini dan itu. Bener gak itu? Tentang dwifungsi, pokoknya gak akan ada perang. Itu saya inget Desember tahun 1974.

Namun ternyata, militer Indonesia terlibat pertempuran dahsyat di Timor Leste. "Ternyata Desember 1975, pecah Timor Timur. Saya waktu itu latihan kecabangan dasar, para, komando. Bulan Maret saya tiba di Tim-tim. Belum satu tahun ramalan jenderal itu tidak benar,” tutup Prabowo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini