Makan Tumbuhan Liar, Pasukan Elite Amerika Kehabisan Logistik di Gunung Tumpang Pitu

Ali Masduki, Koran SI · Minggu 13 Juni 2021 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 337 2424501 makan-tumbuhan-liar-pasukan-elite-amerika-kehabisan-logistik-di-gunung-tumpang-pitu-yCWhB9a72w.jpg Foto: TNI AL

SITUBONDO - Prajurit Marinir Amerika terpaksa melakukan survival dengan memakan tanaman liar yang tumbuh subur di hutan. Hal itu dilakukan lantaran logistik yang dibawa selama menjalankan tugas peperangan hutan sudah habis.

(Baca juga: Puluhan Prajurit Kopassus Dikirim ke Korea, Ada Apa?)

Kejadian tersebut merupakan salah satu materi Jungle Patrol dalam latihan bersama Reconex 21-II di Hutan Gunung Tumpang Pitu Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (13/6/2021).

Paopslat Reconex 21-II Lettu Marinir Eko Putra mengatakan, hal ini untuk meningkatkan kemampuan prajurit Marinir kedua negara agar mampu melaksanakan tugas operasi perang di hutan. Oleh karena itu diperlukan peningkatan kemampuan dengan menyelenggarakan latihan perang di hutan. Sehingga akan terbentuk kemampuan prajurit yang profesional, handal dan mampu mengatasi tuntutan tugas di segala bentuk medan maupun cuaca secara cepat dan senyap.

(Baca juga: Kisah Prabowo Tidur Sambil Jalan saat di Pasukan Baret Merah Kopassus)

Usaha untuk meningkatkan kemampuan tersebut, prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL dan United States Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit, yang terlibat dalam latihan bersama Reconex 21-II menggelar latihan Jungle Patrol di Hutan Gunung Tumpang Pitu Lampon, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sedangkan saat latihan bersama Jungle Patrol ini, prajurit elite kedua negara dihadapkan pada materi menembak lorong, visual tracking dan cara bertahan hidup di hutan (jungle survival).

"Marinir kedua negara dibagi menjadi beberapa Tim untuk saling bergantian melaksanakan materi latihan. Mereka sangat berhati-hati melangkah dalam mencari jejak musuh yang berlari ke dalam bukit dan semak hutan. Begitu terlihat, mereka langsung melumpuhkan musuh," katanya.

Komandan Satgaslat, Letkol Marinir Supriyono, menambahkan Jungle Patrol ini dilaksanakan dalam rangka untuk mengasah naluri tempur Marinir kedua negara yang dihadapkan dengan medan hutan lebat dan berbukit. Selain itu juga untuk meningkatkan profesionalisme komandan tim dalam memanuverkan prajuritnya.

Pada materi Survival, lanjutnya, prajurit Intai Amfibi Korps Marinir menjelaskan tentang cara bertahan hidup di hutan dengan memperkenalkan berbagai jenis tanaman hutan yang bisa dimakan secara langsung (tanpa harus dimasak terlebih dulu) dan yang tidak bisa dimakan serta memperkenalkan sekaligus mempraktekkan cara menangkap dan memasak sejumlah binatang buas, antara lain biawak dan ular.

Prajurit Marinir Amerika cukup antusias dalam mengikuti materi latihan yang diberikan prajurit handal dari Korps Marinir TNI AL tersebut. Meski mulanya terlihat agak geli, ada beberapa prajurit Marinir Amerika terus melakukan tekadnya untuk mencoba mencicipi sejumlah Botani dan Hewani yang telah dicontohkan terlebih dulu oleh prajurit Korps Marinir TNI AL, bahkan beberapa diantara mereka ada dengan mencoba menangkap ular.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini