Prabowo Tegaskan Strategi Pertahanan Indonesia: Tak Menyerang dan Invasi Negara Lain

Riezky Maulana, iNews · Minggu 13 Juni 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 337 2424446 prabowo-tegaskan-strategi-pertahanan-indonesia-tak-menyerang-dan-invasi-negara-lain-fkTJcRtG4d.jpg Menhan Prabowo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menegaskan bahwasanya strategi pertahanan Indonesia menganut sistem defensif. Hal itu berarti Indonesia tak akan mengancam dan mengancam negara manapun.

Hal itulah yang menurut Prabowo membuat Indonesia disegani oleh negara lain. Mulanya, Prabowo ditanya oleh Deddy Corbuzier terkait dengan perbandingan rencana anggaran Alpalhankam Indonesia yang selama 25 Tahun hanya berjumlah Rp1.760 Triliun.

Deddy pun membandingkannya dengan negara Amerika Serikat yang nominalnya berkali-kali lipat ketimbang Indonesia. Disebut Deddy, jumlah yang dianggarkan Amerika Serikat mencapai 600 Miliar Dolar.

"Kita kan tidak ada niat untuk invasi apapun. Itu yang saya tegaskan dimana-dimana, itu yang disukai tetangga kita. Indonesia tradisi kita, dan doktrin kita, wawasan pertahanan kita adalah defensif," beber Prabowo.

Dia menjelaskan, Indonesia akan melakukan perlawanan jika dirasa ada negara atau pihak lain yang mengancam kedaulatan negara atau berupaya menjajah kembali Indonesia. Sekali lagi, Prabowo menegaskan Indonesia enggan menginvansi atau menjajah negara manapun.

"Kita akan membela diri kalau kita diserang, kita akan mempertahankan kemerdekaan kalau kita mau dijajah kembali. Tapi kita tak mau menjajah dan menyerang," paparnya.

Dia menjelaskan bahwasanya Indonesia memiliki senjata yang amat ampuh untuk berperang. Senjata tersebut, sambung Prabowo bukanlah Alutsista canggih dan beragam alat tempur lainnya, melainkan semangat perlawanan rakyat.

"Kita punya suatu senjata yang ampuh, senjata itu adalah perlawanan rakyat, senjata kita adalah perang rakyat semesta. Jadi sebetulnya pertahanan indonesia adalah pertahanan seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Perlawanan rakyat ini, ujar Prabowo, sudah terbukti ketika Indonesia melawan para penjajah. Dimana, saat berupaya bebas dari kolonialisme, hanya berbekal bambu runcing, panah, bahkan batu.

"Itu yang bikin kapok bangsa lain. Jadi disitu yang mereka hitung kita. Ya bambu runcing, panah, katapult, sumpit, batu-batu deh. Itu sebetulnya ya," ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini