Share

Sempat Ditolak Lingkaran Istana, Prabowo: Muka Gue, Muka Kudeta Kali Ye

Riezky Maulana, iNews · Minggu 13 Juni 2021 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 337 2424400 sempat-ditolak-lingkaran-istana-prabowo-muka-gue-muka-kudeta-kali-ye-qfIGBsl2Yv.jpeg Foto: Okezone

JAKARTA - Prabowo Subianto buka-bukaan terkait ditunjuknya dia sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) di Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Bagaimana tidak, keduanya menjadi rival di kontestasi Pilpres Tahun 2014 dan 2019.

(Baca juga: Puluhan Prajurit Kopassus Dikirim ke Korea, Ada Apa?)

Mantan Danjen Kopassus itu bercerita bahwa dia memiliki keyakinan saat dipilih sebagai Menhan banyak di lingkaran Presiden yang tak setuju. Sambil berkelakar, Prabowo menyebut upaya kudeta akan dilakukan jika dia berada di sana.

(Baca juga: Kisah Sajadah Pemberian Wismoyo Arismunandar ke Prabowo Sebelum Bertempur di Palagan Timor)

"Disitu saya lihat Pak Jokowi, banyak di lingkungannya yang enggak setuju ajak saya jadi menhan, saya yakin. Nanti dia kudeta lagi, muka gue, muka kudeta kali ya hahaha," ujar Prabowo di podcast Deddy Corbuzier, Minggu (13/6/2021).

Tak hanya dari lingkaran Presiden Jokowi, ketidaksetujuan itu juga datang dari anggota Partai Gerindra yang dipimpinnya. Ketika itu, dia berinisiatif untuk mengumpulkan seluruh anggota partai untuk menjelaskan alasannya secara detil.

Di saat itu, sambung Prabowo, dia menceritakan kisah pemimpin Partai Komunis Tiongkok Mao Zedong ketika menang pemilihan presiden Tahun 1949 mengangkat salah satu rival politiknya yang mana seorang jenderal dari Partai Kuomintang untuk menjadi Wakil Presiden.

"Si jenderal itu dateng ke Mao Zedong. 'Anda kenapa memilih? Saya pernah membunuh anak buah anda, ribuan saya bunuh'. Mao menjawab, 'jangan kita bicara masa lalu, siap kita bangun Tiongkok yang baru, we look to the future'," cerita Prabowo

Pilihannya untuk menerima ajakan Jokowi bukanlah tanpa sebab. Pasalnya dia ingin memberikan contoh bahwa sebagai pemimpin harus menurunkan ego masing-masing demi kemasalahatan bangsa.

"Kita kasih pelajaran dan bayangkan kalau pemimpin karena egonya untuk jabatan, jabatan itu kan tanggungjawab. Jadi kita harus punya wisdom kearifan dan komitmen seperti itu," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini