Deretan Varian Baru Covid-19 di Indonesia, Teranyar dari India

Agregasi Solopos, · Minggu 13 Juni 2021 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 337 2424372 deretan-varian-baru-covid-19-di-indonesia-teranyar-dari-india-7fDMMrnQ4d.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

KUDUS - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat telah ditemukan varian lain varian baru Covid-19 di Indonesia. Teranyar adalah ditemukannya varian Covid-19 India.

Mengutip laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, Minggu (13/6/2021), Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan puluhan kasus varian baru Covid-19 telah ditemukan di Indonesia.

Kementerian Kesehatan sebelumnya melakuka pemeriksaan whole genome sequencing di 17 laboratorium di Indonesia. Virus baru tersebut selain varian B1617 darai India seperti yang ditemulan di Kudus juga ada varian lain.

Varian Covid-19 lain yang sejauh ini terdeteksi adalah varian B117 asal Inggris, dan B1351 asal Afrika Selatan. Sejauh ini sebaran terbanyak kasus varian baru Covid-19 berada di DKI Jakarta.

Kemenkes mencatat lonjakan kasus Covid-19 secara cepat dan masif jadi tolok ukur kemunculan varian baru virus Corona. Salah satunya adalah lonjakan asus Covid-19 di Kabupaten yang tembus 2.000 kasus.

Baca Juga : 28 Pasien di Kudus Positif Varian Covid-19 India

Kemenkes sudah mewaspadai mutasi dari SARS-CoV-2 di Kudus yang berkarakteristik sama dengan mutasi virus dari India dan Inggris dengan penularan cepat.

Mobilitas Tinggi 

Siti Nadia yang juga Jubir vaksinasi Kementerian Kesehatan mengatakan, di beberapa negara saat ini sedang terjadi lonjakan kasus Covid-19. Beberapa faktor penyebab adalah mobilitas pergerakan masyarakat. Serta adanya varian baru virus Covid-19 yaitu B117 asal Inggris, kemudian B1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B1617.

“Varian yang digolongkan dengan Varian of Concern atau VoC yang diwaspadai itu ada tiga jenis yaitu B117, B1351, dan varian B1617. Varian B117 ini diketahui memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi sekitar 36 sampai 75% dibandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya,” katanya, melansir Solopos.

Varian B.117 saat ini merupakan varian yang paling banyak dilaporkan oleh orang dari berbagai negara. WHO mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49% varian B.117 yang bersirkulasi di Asia Tenggara.

Baca Juga : Kapasitas RSDC Wisma Atlet Tersisa 19%, Jumlah Bed Bakal Ditambah

Terkait mutasi atau varian baru di Indonesia, lanjut Nadia, masih terus diteliti dan melakukan pengujian pada 786 laboratorium. Laboratorium-laboratorium ini juga yang memeriksa Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini