Kisah Bung Karno Marah Gegara Kambing Bandot Seruduk Pot Antik Istana

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 13 Juni 2021 06:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 337 2424328 kisah-bung-karno-marah-gegara-kambing-bandot-seruduk-pot-antik-istana-IRipIbPnsk.jpg Bung Karno (Foto: Ist)

GUNTUR Sukarno Putra menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, “Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku ". Berikut kisahnya.

Suatu hari (tertulis ”antara tahun 1958-1959), Kepala RT Istana Cipanas, Oom Burger, seorang WN Swiss menghadiahkan Bung Karno sepasang kambing.

Guntur menulis, kalau tidak salah namanya ”Si Manis” dan ”Si Bandot”. Makin lama, kedua kambing ini makin kurang besar dan kurang ajar.

Hingga Bung Karno harus memperkerjakan gembala kambing, supaya ”embek-embek” itu tidak melahap tanaman hias di halaman istana.

Baca Juga: Ridwan Kamil Dukung Pemkab Ende Buat Patung Bung Karno

Si Bandot tambah-tambah saja merajalela merusak tanaman. Proyek officer dan pengasuh kambing kehabisan akal buat menjinakkan si Bandot dan si Manis, sehingga menghadaplah mereka-mereka itu tadi pada Bapak ...

- Kami boleh usul apa Bandot dan Manis baleh kami ikat saja, agar jangan berkeliaran ke sana ke mari?

+ Ojo (jangan)!

- Lha ... kados pundi Pak? Menapa mboten becik dipun sate kemawon Pak? Sampun lemu- lemu (Apa tidak lebih baik disate saja Pak, sudah gemuk-gemuk).?

+ Gendeng kowe (Gila kamu).

Untuk beberapa saat, si Bandot dan Manis tidak lagi menimbulkan soal yang serius, paling-paling hanya membuat Musli pengasuhnya lari pontang-panting mencegah mereka makin atau merusak tanaman ...

Persoalan timbul lagi, ketika si Bandot memasuki masa dewasanya , setiap benda ia seruduk, mobil parkir ditanduknya, pohon besar diterjang.

Baca Juga: Dengarkan Bung Karno Pidato, Rakyat Rela Hujan-hujanan

Yang paling lucu bila kita ... disangkanya si Manis (Saat itu Bandot memang sedang hot-hotnya fall in love dengan Manis) ... mbeeek! Si Bandot melompat menyeruduk!

Si Bandot menghujam salah satu dari 10 pot antik yang berderet rapi di tangga, hingga berantakan.

Akibatnya si bandot berhenti mengejar dan berdiri termanggu-manggu karena kepalanya puyeng, akibat soal ini terpaksalah proyek officer dan pengasuh para kambing menghadap Bapak.

- Pak kulo bade laporan (Pak saya mau laporan). Pot antik yang di tangga penjagaan depan, pecah diseruduk si Bandot.

Dengan wajah merah padam, Bapak melirik kepadaku dan berkata:

+ Tok, kau setuju kalau si Bandot kita sembelih saja buat sate?.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini