Kisah Jaka Tarub Ubah Sebutir Beras Jadi Sebakul Nasi

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 13 Juni 2021 06:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 337 2424323 kisah-jaka-tarub-ubah-sebutir-beras-jadi-sebakul-nasi-WsuGAG81Ji.jpg Legenda Jaka Tarub (Foto: Wikipedia)

KI JAKA Tarub, yang setelah tua bergelar Ki Ageng Tarub, adalah tokoh legendaris yang dianggap sebagai leluhur raja-raja Kesultanan Mataram, dari pihak putrinya, yaitu yang bernama Retno Nawangsih.

Kp.Norman Hadinegoro, budayawan jawa menceritakan kisah JokoTarub itu.

Nama Jaka Tarub terdapat dalam Babad Tanah Jawi , yaitu kumpulan naskah yang berisi sejarah Kesultanan Mataram. Kisah ini juga populer dalam cerita rakyat. Tidak diketahui siapa nama asli Jaka Tarub, ataupun nama asli kedua orangtuanya.

Baca Juga: Siapa Brawijaya, Nama Raja atau Gelar di Majapahit?

Dikisahkan ada seorang pemuda, sebut saja Jaka Kudus, mengembara karena dimarahi ayahnya (KI Ageng Kudus). Singkat cerita, Dalam pengembaraanya Jaka Kudus menikahi putri Ki Ageng Kembanglampir. Putri itu pun akhirnya meninggal saat melahirkan seorang bayi laki-laki.

Bayi laki-laki yang ditinggal mati ibunya itu, ditemukan seorang pemburu bernama Ki Ageng Selandaka. Si bayi digendong sambil mengejar burung sampai ke desa Tarub.

Karena suatu hal, Ki Ageng Selandaka akhirnya meninggalkan bayi tersebut sendirian. Untunglah, si bayi ditemukan seorang janda, sebut saja Nyai Ageng Tarub, dan dijadikan anak angkat. Oleh penduduk sekitar ia dipanggil dengan nama Jaka Tarub. 

Baca Juga: Menguak Rivalitas Soeharto 'The Smiling General' dengan Soekarno

Versi lain (Majalah Jayabaya) bahwa Jaka Tarub sesungguhnya adalah putra dari pernikahan Syech Maulana Maghribi Azamat Khan dengan Dewi Rosowulan, adik Sunan Kalijaga. Sang Syech mempunyai garis keturunan (nasab) hingga Nabi saw. Dan agaknya inilah yang mendekati kebenaran.

Pernikahan Jaka Tarub

Jaka Tarub tumbuh menjadi seorang pemuda yang gemar berburu. Suatu hari ia melanggar larangan ibu angkatnya supaya tidak berburu sampai kawasan Gunung Keramat. 

Di gunung itu terdapat sebuah telaga tempat tujuh bidadari mandi. Jaka Tarub mengambil selendang salah satu bidadari. Ketika acara mandi selesai, enam dari tujuh bidadari tersebut kembali ke kahyangan. Sisanya yang satu orang bingung mencari selendangnya, karena tanpa itu ia tidak mampu terbang. 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini