UGD RSDC Wisma Atlet Penuh, Pasien Covid-19 Terus Berdatangan

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 11 Juni 2021 23:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423923 ugd-rsdc-wisma-atlet-penuh-pasien-covid-19-terus-berdatangan-yKWovM0jmN.jpg RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Peningkatan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat terus melonjak. Kepadatan pun terjadi di ruang Unit Gawat Darurat (UDG).

Pasien Covid-19 terus berdatangan ke Wisma Atlet. Mereka diduga tertular Covid-19 dari klaster lebaran dan liburan. Para pasien Covid-19 itu diantar ke Wisma Atlet menggunakan bus sekolah.

Sebelumnya, Komandan Lapangan sekaligus Humas RSDC Wisma Atlet Letkol Laut (K) M Arifin mengatakan, kembali menerima pasien Covid-19 dari sejumlah Zona Merah Covid-19 di DKI Jakarta.

"Ada peningkatan pengiriman pasien Covid-19 merata dari seluruh Puskesmas di Jakarta. Namun yang paling banyak dari Cipayung," ujar Arifin, Jumat pagi ketika dikonfirmasi MNC Portal Indonesia.

Baca Juga: Kelabui Petugas, Pasien Covid-19 Kabur dari Pusat Isolasi di BPKP Bogor

Selain dari Cipayung, pasien positif Covid-19 juga berdatangan dari Puskesmas Jagakarsa, Puskesmas Kembangan, Puskesmas Setiabudi, dan Puskesmas Tanjung Priok. Akibat lonjakan pasien Covid-19 mengakibatkan antrean ambulans mengantarkan pasien Covid-19 ke RSDC Wisma Atlet.

Dari sejumlah video yang diberikan pihak pengelola RSDC-19 Wisma Atlet tampak antrean ambulans dan Bus Sekolah berwarna kuning dikawal pengemudi sepeda motor meninggalkan Puskesmas Cipayung untuk menuju RSDC-19 Wisma Atlet Kemayoran.

Tak hanya orang dewasa, tapi dalam pasien Covid-19 yang diangkut menggunakan bus kuning sekolah juga ada sejumlah anak kecil dan balita. Sesampainya di RSDC Wisma Atlet mereka diperiksa terlebih dahulu dalam sebuah ruangan untuk kemudian dirawat sesuai kondisi klinis masing-masing.

Baca Juga: 2 Pasien Covid-19 Klaster Kerja Bakti Kelapa Dua Tangerang Meninggal Sesak Napas

Para petugas sopir ambulans dan bus sekolah serta tenaga medis tampak mengenakan baju hazmat lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD) penunjang. "Kondisi kemarin sangat crowded UGD kita. Masyarakat harus waspada ini lampu kuning," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini