Raih Gelar Doktor, Putra SBY Paparkan Distertasi Soal Investasi dan Pariwisata

Kiswondari, Sindonews · Jum'at 11 Juni 2021 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423844 raih-gelar-doktor-putra-sby-paparkan-distertasi-soal-investasi-dan-pariwisata-YhCOKKB2Zw.jpg Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas (Foto: istimewa)

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dinyatakan lulus dari promosi doktor Manajemen Bisnis Institute Pertanian Bogor (IPB).

Putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memparkan distertasi betajuk “Strategi Pembiayaan dan Investasi untuk Pengembangan Pariwisata Terpadu yang Berkelanjutan dan Inklusif”.

Ibas mengatakan, pemilihan disertasi dengan topik pengembangan pariwisata terpadu disebabkan oleh belum adanya studi yang secara khusus mengkaji strategi pembiayaan dan investasi untuk pengembangan pariwisata terpadu, inklusif, dan berkelanjutan, terutama strategi yang berbasis pada data-data empiris dan pemodelan statistik.

Adapun tujuan disertasinya, sambung Ibas, untuk mengidentifikasi jenis-jenis usaha dan memetakan kendala yang dihadapi jenis usaha. Lalu, menganalisis kinerja keuangan para pelaku usaha.

Kemudian, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pelaku usaha, dan menganalisis estimasi dampak pariwisata terhadap perekonomian dan kesejahteraan.

"Dan merumuskan strategi pembiayaan dan investasi yang sesuai untuk pariwisata terpadu yang berkelanjutan dan inklusif di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo," kata Ibas dalam keterangannya, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Ibas Instruksikan Anggota Fraksi Demokrat Bantu Korban Bencana di NTT dan NTB

Untuk pengambilan data, Ibas menyebutkan bahwa data dalam penelitian ini diperolehnya dari hasil wawancara menggunakan kuesioner terhadap 221 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Ia juga melibatkan 12 narasumber pakar yang terdiri dari pemangku kebijakan, perbankan, akademisi dan asosiasi tingkat nasional.

"Tidak hanya itu, untuk memastikan hasil penelitiannya dapat dipertanggungjawabkan, beberapa data juga diambil dari beberapa instansi resmi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah," terang Ibas.

Menurut dia, berdasarkan hasil penelitiannya bisa dimanfaatkan untuk pemetaan usaha guna mendapatkan gambaran mengenai karakteristik usaha, aspek finansial, kemitraan, dan organisasi, serta adopsi teknologi.

Selain itu, data primer juga membantu Ibas dalam pemetaan kendala yang dihadapi, mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Baca juga: Kunjungi IPB, Mentan dan Menkop Siap Kembangkan Inovasi Perguruan Tinggi Berbasis Korporasi

"Kawasan Pariwisata Labuan Bajo yang inklusif dapat dicapai melalui peningkatan investasi, tidak hanya mengandalkan pembiayaan pemerintah melalui APBN dan APBD. Kemudian, strategi pembiayaan dan investasi yang sesuai untuk pengembangan pariwisata terpadu yang berkelanjutan dan inklusif di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo disusun dengan melibatkan pendapat para pakar dan pemangku kebijakan," tuturnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini