Satgas Covid-19 Evaluasi PPKM Mikro di 12 Provinsi, Ini Daftarnya

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 11 Juni 2021 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423840 satgas-covid-19-evaluasi-ppkm-mikro-di-12-provinsi-ini-daftarnya-WgS0XgjrZv.jpg Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA - Satgas Covid-19 akan mengevaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di 12 provinsi setelah penerapan penanganan pandemi Covid-19 di daerah tersebut tidak mengalami perkembangan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa dari hasil laporan pelaksanaan maupun pembentukan posko PPKM mikro diketahui tidak ada laporan perkembangan dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

“Berkaca dari hal tersebut tentunya pelaksanaan PPKM mikro yang sudah berlangsung selama 16 minggu ini perlu dievaluasi. Berdasarkan laporan pelaksanaan PPKM mikro terakhir terdapat 12 provinsi yang tidak mengalami perkembangan laporan pelaksanaan maupun pembentukan posko pada dua minggu terakhir,” katanya dalam konferensi persnya, Jumat (11/6/2021).

Wiku menyebutkan kedua belas provinsi tersebut adalah Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Maluku Utara. Lalu NTB, NTT, Papua, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Selatan.

Baca juga: Satgas: 10.063 Warga Kudus Terpapar Covid-19 dengan Angka Kematian 808 Kasus

“Untuk itu, saya minta kepada seluruh gubernur terutama pada 12 provinsi ini untuk berkoordinasi dengan bupati dan walikotanya untuk memantau dan melaporkan pelaksanaan PPKM mikro di tingkat desa/kelurahan,” ujarnya.

Wiku menegaskan bahwa jika tidak ada laporan terkait operasional posko maka pemerintah akan kehilangan alat navigasi. Sehingga akan mempersulit dan menghambat upaya penanganan pandemi Covid-19 secara efektif.

Baca juga: Satgas Covid-19 Ungkap Alasan Penghentian Pembiayaan Isolasi Mandiri di Hotel

“PPKM mikro yang selama 13 minggu kemarin telah terbukti berhasil menurunkan kasus covid-19 nasional secara drastis tentunya perlu untuk terus dipertahankan. Tantangan yang saat ini kita hadapi adalah dampak dari periode libur idul fitri kemarin ditambah dengan pelaksanaan PPKM mikro pada beberapa daerah yang mulai lengah,” tuturnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini