Deretan Kasus Pembunuhan Sadis, Pembantaian Satu Keluarga hingga Mutilasi Kalibata

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 12 Juni 2021 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423751 deretan-kasus-pembunuhan-sadis-pembantaian-satu-keluarga-hingga-mutilasi-kalibata-DDykE0m4lD.jpg Ilustrasi: Shutterstock

KASUS pembunuhan sadis kerap terjadi di Indonesia. Banyak motif yang melatarbelakangi, mulai dari cemburu sampai rasa dendam. Beragam latar belakang pelaku nekat menghabisi korbannya. Seperti terlilit utang hingga lain sebagainya.

(Baca juga: Jokowi: Megawati Selalu Perjuangkan Nasib Wong Cilik)

Berikut adalah daftar kasus pembunuhan sadis yang terjadi beberapa tahun belakangan ini yang dirangkum oleh Litbang MNC Portal, Jumat (11/6/2021).

1. Suami Tikam Istri (2021)

Seorang pria di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah membunuh istrinya sendiri pada 3 Juni 2021 di sebuah perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di desa Penyang, kecamatan Telawang. Aksi yang tergolong sadis itu baru diketahui 4 hari setelahnya, yakni pada 7 Juni 2021.

Pelaku yang berinisal D tersebut tega menikam wajah istrinya sebanyak 11 kali hingga tewas. Asal muasal malapetaka ini terjadi saat keduanya sering bertengkar dalam beberapa hari terakhir. Sang istri, S diketahui marah kepada pelaku yang bermaksud membantu biaya pernikahan keponakannya dan ingin menjadi wali nikah.

(Baca juga: Sembako Kena Pajak, PKS: Pemerintah Panik karena Utang Menggunung!)

2. Pembantaian Satu Keluarga di Sukoharjo (2020)

Herry Taryatmo dijatuhi hukuman mati karena terbukti membunuh satu keluarga yang terdiri dari 4 orang di Sukoharjo, Jawa Tengah. Pria berusia 41 tahun itu tega menghabisi nyawa rekan bisnisnya, Suranto. Tak hanya itu, Herry juga membuhuh istri Suranto, Sri Handayani dan kedua anak mereka yang masih berusia 10 dan 6 tahun.

Terlebih dahulu, pelaku menghabisi nyawa Sri Handayani dengan menusukkan pisau dapur ke bagian ulu hati korban. Kemudian, baru membunuh Suranto beserta kedua anaknya.

Menurut penyelidikan polisi, Herry sudah lama berniat melakukan pembunuhan itu karena terlilit hutang dengan pihak lain. Ia bermaksud ingin menguasai harta korban.

3. Pembunuhan dan Mutilasi di Kalibata (2020)

Rinaldi Harley Wismanu harus meregang nyawa di tangan teman kencannya pada 9 September 2020. Saat itu, korban dan tersangka LAS yang saling mengenal lewat aplikasi Tinder sengaja memesan kamar sebuah apartemen di kawasan Pasar Baru pada tanggal 7 – 12 September 2020.

Namun setelah melakukan hubungan badan, korban sengaja dibunuh oleh kekasih LAS, DAF yang sudah terlebih dahulu masuk ke kamar sewaan dan menunggu di kamar mandi.

Ia lantas memukul kepala korban dengan batu bata sebanyak 3 kali dan menusuk tubuh korban menggunakan pisau sebanyak 7 kali.

Karena kedua tersangka kebingungan, mereka lalu memotong jasad Rinaldi menjadi 11 bagian dan dimasukkan ke kresek serta koper. Ada juga bagian tubuh yang dimasukkan ke sebuah ransel. Setelah itu, potongan tubuh dibawa ke salah satu apartemen di Jakarta Selatan.

4. Kasus Aulia Kesuma (2019)

Aulia Kesuma divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena telah melakukan pembunuhan terhadap suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung dan anak sambungnya Dana pada Agustus 2019. Aulia yang kala itu terlilit banyak hutang miliaran rupiah merasa marah kepada sang suami karena enggan menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus untuk membantu melunasi hutangnya.

Rupanya Aulia melancarkan aksinya itu bersama dengan anak kandungnya, Geovanni Kelvin. Ia juga mengajak serta 2 eksekutor lainnya, Kusmawanti dan Nursahid.

Setelah berhasil membunuh Pupung dan Dana, pelaku kemudian menggotong jasad korban ke dalam mobil dan meninggalkannya di Sukabumi, Jawa Barat. Setelah itu, pelaku membakar jasad korban dengan menggunakan bensin.

5. Perampokan dan Pembunuhan Pulomas (2016)

Kejadian ini menyita perhatian publik pada Desember 2016 silam. Sebuah rumah mewah di kawasan Pulomas, Jakarta Timur disatroni 4 orang maling. Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, para pelaku kemudian menyekap penghuni rumah dan menaruhnya di kamar mandi. Sang pemilik rumah, Dodi Triono dan kedua anaknya, Diona dan Dianita juga ikut menjadi korban penyekapan ini.

Di dalam sebuah kamar mandi sempit itulah 11 korban dibiarkan kehabisan oksigen hingga 6 orang diantaranya meninggal dunia, termasuk Dodi dan anak-anaknya.

Polisi berhasil membekuk tersangka pada 28 Desember 2016. Seluruh tersangka tergabung dalam kelompok yang bernama ‘Korea Utara’ dan sudah seringkali melakukan aksi kriminal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini