Curhat saat Soekarno Dilengserkan, Megawati: Saya Tak Sekolah dan Hidup Seperti Rakyat Biasa

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 11 Juni 2021 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423724 curhat-saat-soekarno-dilengserkan-megawati-saya-tak-sekolah-dan-hidup-seperti-rakyat-biasa-upKOrH4ixi.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA - Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri membagikan kisahnya saat sang ayah yaitu, Presiden Soekarno dilengserkan dari jabatannya. Semenjak itu, dia dan kelurga hidup menjadi masyarakat pada umumnya.

(Baca juga: Sembako Kena Pajak, PKS: Pemerintah Panik karena Utang Menggunung!)

Di masa-masa itu, kenang Megawati, dirinya bahkan mendapat diskriminasi ketika dilarang untuk melanjutkan pendidikan. Hal tersebut diutarakannya saat menyampaikan orasi ilmiah pengukuhan gelar profesor kehormatan dengan status guru besar tidak tetap dari Unhan, Jumat (11/6/2021).

"Saya tumbuh besar di Istana, akibat peristiwa politik Tahun 1965 saya tidak bisa melanjutkan sekolah. Dan tentu saja karena ayah saya (Soekarno) dilengserkan, saya hidup sebagai rakyat biasa," ujar Mega.

(Baca juga: Preman Tanjung Priok Pemalak Sopir Ternyata Satpam hingga Karyawan)

Megawati dalam orasinya juga menyinggung soal falsafah Jawa dalam istilah Cakra Manggilingan. Dimana, sebuah kehidupan dianalogikan selayaknya roda, yang dapat berputar.

Ketua Umum PDI Perjuangan ini menyebutkan dirinya lahir di Gedung Agung Yogyakarta. Saat itu, pemerintahan Indonesia sedang dipindah ke Yogyakarta lantaran dengan situasi keamanan yang tak kondusif pasca kemerdekaan.

Lima tahun setelah kemerdekaan, tepatnya Tahun 1950, ketika situasi dirasa sudah aman, barulah Megawati dan keluarganya pindah ke DKI Jakarta.

"Pemberian gelar profesor ini semakin menyadarkan saya bahwa hidup itu sebagai falsafah Jawa, ada namanya Cakra Manggilingan. Jadi kita sebagi manusia harus menerima bahwa dunia ini berputar, sebagai roda kehidupan," jelasnya.

Lantas, setelah memilih terjun ke dunia politik, Megawati menjadi anggota DPR sampai tiga periode lamanya. Kemudian, menjadi Wakil Presiden dan pada akhienya menjadi Presiden Indonesia yang kelima.

Menurut dia, itulah yang meyakinkannya bahwa hidup adalah roda yang berputar. Dimana pada saat itu, Megawati berhasil melaluinya. "Masa itu adalah masa sulit bagi kami tetapi akhirnya roda itu berputar," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini